YOII Tetap Stabil Hadapi Pelemahan Rupiah, Fokus Asuransi Lifestyle

Selasa, 14 April 2026 | 23:45:52 WIB
ILUSTRASI YOII DIGITAL INSURANCE

JAKARTA - PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum memberikan dampak berarti terhadap kinerja perusahaan. Manajemen menilai eksposur valuta asing dalam portofolio bisnis YOII relatif kecil karena mayoritas produk asuransi yang ditawarkan berdenominasi rupiah.

Portofolio Berbasis Rupiah Minim Risiko Valas

Corporate Secretary YOII, Rahmat Dwiyanto, menjelaskan bahwa YOII berfokus pada lini bisnis lifestyle dan ekosistem digital yang sebagian besar menggunakan mata uang rupiah. “Sebagai perusahaan asuransi umum yang berfokus pada lini bisnis lifestyle dan ekosistem digital, portofolio kami didominasi oleh produk-produk berdenominasi rupiah dengan eksposur valuta asing yang relatif terbatas,” ujarnya pada Jumat 10 April 2026.

Dengan struktur bisnis seperti itu, YOII mampu menjaga stabilitas keuangan di tengah fluktuasi nilai tukar. Perusahaan juga secara berkala melakukan kajian internal terhadap potensi dampak pelemahan rupiah, baik dari sisi liabilitas klaim, biaya reasuransi, maupun portofolio investasi.

Manajemen Risiko Jadi Prioritas

Rahmat menegaskan bahwa manajemen risiko nilai tukar merupakan bagian integral dari tata kelola keuangan perusahaan. YOII menerapkan langkah mitigasi melalui pengelolaan portofolio reasuransi secara prudent, penyesuaian harga premi secara berkala, serta memastikan kecukupan cadangan teknis. “Kami terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah secara saksama dan menyiapkan langkah antisipatif agar tidak mengganggu kinerja,” katanya.

Dalam industri asuransi umum, lini bisnis yang paling rentan terhadap pelemahan rupiah biasanya berasal dari proyek konstruksi dengan kontrak berdenominasi dolar AS. Namun, YOII menilai eksposur terhadap risiko tersebut dapat dikendalikan karena fokusnya pada segmen lifestyle yang lebih stabil.

Kinerja Keuangan Tetap Positif

Per Maret 2026, YOII mencatat premi sebesar Rp162 miliar berdasarkan PSAK 104 dengan laba periode berjalan yang tetap positif. Capaian ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah dinamika ekonomi dan nilai tukar. YOII berencana melanjutkan strategi pengembangan produk berbasis gaya hidup, baik secara vertikal maupun horizontal, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang terukur.

Strategi Pengembangan Produk Digital

Ke depan, YOII akan memperkuat penetrasi di segmen asuransi digital dengan memperluas kerja sama ekosistem gaya hidup. Perusahaan menilai tren digitalisasi dan kebutuhan perlindungan personal di kalangan milenial dan gen Z menjadi peluang besar untuk pertumbuhan bisnis. “Kami akan terus berinovasi dalam produk dan layanan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat digital,” ujar Rahmat.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Meski pelemahan rupiah masih menjadi perhatian pelaku industri keuangan, YOII menilai dampaknya terhadap sektor asuransi digital relatif terbatas. Dengan portofolio berbasis rupiah dan strategi mitigasi yang kuat, perusahaan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026. YOII juga berkomitmen memperkuat tata kelola dan transparansi agar tetap menjadi pemain utama di segmen asuransi digital nasional.

Halaman :

Terkini