JAKARTA - SEO spam techniques – daftar praktik yang dilarang Google mulai 15 Juni 2026.
Google memperbarui kebijakan spam dengan menambahkan back button hijacking sebagai pelanggaran eksplisit. Praktik ini terjadi ketika situs memanipulasi riwayat browser sehingga pengguna tidak bisa kembali ke halaman sebelumnya. Google menilai teknik ini merusak pengalaman pengguna dan masuk kategori malicious practices.
SEO spam techniques – daftar praktik yang dilarang Google: Back Button Hijacking
Mulai Senin, 15 Juni 2026, situs yang masih menggunakan teknik ini akan dikenai penalti manual atau demosi otomatis. Google memberi masa tenggang 2 bulan bagi webmaster untuk menghapus kode bermasalah. Praktik ini sebelumnya sudah diperingatkan sejak 2013, namun kini menjadi aturan resmi.
Analisis Teknis Back Button Hijacking
Back button hijacking biasanya berasal dari script iklan, widget rekomendasi konten, atau library pihak ketiga. Teknik ini memaksa pengguna melihat halaman yang tidak pernah dikunjungi, menampilkan iklan, atau mencegah navigasi normal. Google menegaskan bahwa tanggung jawab tetap ada pada pemilik situs meski kode berasal dari pihak ketiga.
Daftar Praktik SEO Spam yang Dilarang
Selain back button hijacking, Google juga melarang:
Keyword stuffing (pengulangan kata kunci berlebihan).
Hidden text & links (teks atau tautan tersembunyi).
Doorway pages (halaman khusus untuk manipulasi ranking).
Cloaking (menampilkan konten berbeda untuk crawler dan pengguna).
Link spamming (tautan massal tanpa relevansi).
Article spinning (konten hasil putar ulang otomatis).
Duplicate content (konten duplikat lintas halaman).
Malware & phishing (konten berbahaya).
Proyeksi Masa Depan Kebijakan Spam
Google diperkirakan akan memperluas kebijakan spam ke arah AI-generated content. Konten hasil AI yang tidak relevan atau manipulatif bisa masuk kategori spam. Praktisi SEO harus fokus pada kualitas, relevansi, dan pengalaman pengguna. Audit berkala terhadap script pihak ketiga menjadi keharusan.
Implikasi Global dan Lokal
Di Indonesia, banyak situs berita dan e-commerce menggunakan widget iklan pihak ketiga. Mereka harus segera mengaudit script agar tidak terkena penalti. Dengan enforcement mulai Juni 2026, situs yang melanggar bisa kehilangan visibilitas di Google Search. Strategi SEO aman adalah fokus pada konten asli, relevan, dan bebas manipulasi.