JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 hampir mencapai 143,9 juta jiwa, menurut hasil survei terbaru yang menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan skema angkutan dan pengendalian arus mudik. Proyeksi ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan beberapa prediksi awal namun sedikit lebih rendah dari realisasi pergerakan pada tahun sebelumnya.
Proyeksi Mudik 2026: Sedikit Turun, Namun Masih Signifikan
Kemenhub menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026, potensi pergerakan masyarakat mencapai sekitar 143,7 hingga 143,9 juta orang, atau hampir 144 juta jiwa yang diperkirakan akan melakukan perjalanan pulang kampung dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 1,7 persen dibanding survei tahun sebelumnya yang mencatat potensi 146 juta orang. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan realisasi jumlah pemudik dapat lebih tinggi seperti yang terjadi pada 2025, di mana realisasi mencapai 154 juta orang melebihi angka survei awal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa survei tersebut menjadi acuan penting dalam perencanaan angkutan Lebaran, namun tren pergerakan riil di lapangan sering kali berbeda dengan angka survei. Pengalaman tahun lalu menunjukkan adanya lonjakan jumlah pemudik di luar prediksi awal sehingga strategi antisipatif harus terus dioptimalkan.
Strategi Pemerintah Menyambut Arus Mudik
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pergerakan masyarakat, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah pengaktifan Posko Angkutan Lebaran yang direncanakan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026, yang akan menjadi pusat koordinasi layanan transportasi di berbagai moda, baik jalur darat, laut, udara maupun perkeretaapian.
Selain itu, kebijakan rekayasa lalu lintas juga dirancang khusus untuk mengatasi titik-titik kemacetan di jalan tol dan ruas utama lain yang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan. Skema seperti pembatasan operasional kendaraan berat, penerapan sistem satu arah (one way), dan penyesuaian jadwal angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas dalam periode tertentu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar.
Pengalaman Tahun Lalu Jadi Acuan Perencanaan
Survei tahun ini dilaksanakan dengan melihat perkembangan tren perjalanan masyarakat, termasuk pengalaman pada musim mudik sebelumnya. Pada 2025, meskipun angka survei menunjukkan potensi sekitar 146 juta pemudik, realisasinya ternyata jauh lebih tinggi mencapai 154 juta orang, menunjukkan bahwa survei sering kali justru lebih rendah dibanding data riil di lapangan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk tidak semata-mata mengandalkan angka survei dalam menyiapkan infrastruktur dan layanan angkutan Lebaran.
Oleh karena itu, meskipun survei tahun ini memperkirakan angka yang sedikit lebih rendah dibandingkan survei tahun lalu, Kemenhub ingin memastikan bahwa segala kemungkinan arus mudik yang melebihi angka prakiraan tetap dapat diantisipasi dengan efektif melalui kerja sama lintas instansi dan pemangku kepentingan.
Modalitas Angkutan dan Kesiapan Infrastruktur
Selain strategi pengendalian arus lalu lintas, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur transportasi yang memadai guna melayani lonjakan pemudik. Persiapan ini mencakup pemeriksaan layak ramp check berbagai sarana transportasi, termasuk kendaraan darat, kapal laut, pesawat terbang, dan sarana kereta api. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala hingga mendekati masa puncak arus mudik agar seluruh moda transportasi dalam kondisi baik saat digunakan masyarakat.
Kemenhub juga menargetkan diskon tarif transportasi dan program mudik gratis sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat selama periode ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus mendorong pergerakan pemudik melalui moda transportasi yang lebih aman dan terkelola.
Peran Sinergi Lintas Instansi
Selain Kemenhub, koordinasi dengan instansi lain seperti Kepolisian, Kementerian terkait, serta pemerintah daerah menjadi elemen penting dalam mensukseskan arus mudik Lebaran 2026. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada aspek transportasi, tetapi juga pada aspek keamanan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Langkah kolaboratif ini dianggap krusial mengingat mobilitas masyarakat Indonesia saat mudik merupakan salah satu kegiatan terbesar dalam kalender nasional tahunan, yang melibatkan puluhan juta orang dari berbagai daerah di seluruh nusantara.
Dengan persiapan matang dan strategi antisipatif, pemerintah berharap pelaksanaan angkutan mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang melaksanakan tradisi pulang kampung.