PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:38:42 WIB
PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan

JAKARTA - Upaya memperkuat pemberdayaan perempuan prasejahtera membawa PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meraih pengakuan internasional. 

Perusahaan tersebut mendapatkan penghargaan Best Islamic Finance & Best Social Orange Bonds in Asia 2025 dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 Alpha Southeast Asia yang diselenggarakan di The Fullerton Hotel Singapore, Kamis (12/2).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PNM menghadirkan instrumen pembiayaan berbasis dampak sosial melalui penerbitan Orange Bonds dan Sukuk Bonds senilai Rp3,77 triliun atau setara US$226 juta. 

Capaian tersebut mempertegas posisi PNM sebagai institusi yang mampu mengintegrasikan pendanaan berkelanjutan dengan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Apresiasi internasional ini menegaskan komitmen PNM dalam menghubungkan pendanaan berkelanjutan dengan pemberdayaan inklusif di akar rumput. 

Dana yang dihimpun dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha perempuan prasejahtera ultra mikro. Hingga kini, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah di 60.250 desa melalui program PNM Mekaar.

Orange Bonds dan Dampak Sosial Terukur

Kehadiran Orange Bonds dan Sukuk Bonds semakin relevan karena tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga menghadirkan dampak sosial terukur, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan pembiayaan syariah berbasis kemaslahatan.

PNM mencatatkan sejarah sebagai penerbit Orange Bonds pertama di Indonesia dan kedua di Asia, serta Sukuk Bonds pertama di Indonesia dan dunia. 

Hal ini menempatkan PNM sebagai inovator instrumen keuangan berbasis dampak pemberdayaan yang selaras dengan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG).

Instrumen Orange Bonds dirancang untuk mendukung pemberdayaan perempuan prasejahtera agar memiliki akses permodalan yang lebih luas. Sementara Sukuk Bonds memperkuat pendekatan pembiayaan berbasis syariah yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan.

Kombinasi kedua instrumen tersebut memperlihatkan bagaimana pembiayaan dapat diarahkan bukan sekadar untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk memperkecil kesenjangan sosial dan meningkatkan kemandirian usaha perempuan.

Pernyataan PNM atas Penghargaan Internasional

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa penghargaan internasional tersebut menjadi dorongan moral bagi PNM untuk terus konsisten menghadirkan pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi internasional ini. Penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan bagi PNM, tetapi juga milik jutaan perempuan prasejahtera yang terus berjuang menguatkan ekonomi keluarga. Melalui Orange dan Sukuk Bonds, kami ingin setiap akses pemberdayaan yang kami hadirkan benar-benar menjadi jalan penguat bagi perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan menghadirkan dampak nyata bagi keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi semangat baru bagi perusahaan untuk terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat pendampingan usaha.

“Ini menjadi energi bagi kami untuk menjangkau lebih banyak perempuan ultra mikro, menghadirkan harapan, serta membuka peluang tumbuh bagi mereka yang sebelumnya belum tersentuh akses keuangan formal,” ujar Dodot.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan ini dipandang bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.

Peran PNM Mekaar dalam Pemberdayaan

Program PNM Mekaar menjadi tulang punggung implementasi pemberdayaan yang didukung oleh dana Orange Bonds dan Sukuk Bonds. Melalui program ini, PNM telah menjangkau 22,9 juta nasabah yang tersebar di 60.250 desa.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemberian pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan dan pelatihan usaha. 

Model pemberdayaan terintegrasi tersebut memungkinkan nasabah tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam mengelola usaha.

Dengan basis nasabah yang luas dan tersebar hingga pelosok desa, PNM memainkan peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga prasejahtera. Fokus pada perempuan ultra mikro menjadi ciri khas yang membedakan PNM dari lembaga pembiayaan lainnya.

Komitmen Ke Depan untuk Pemberdayaan Berkelanjutan

Ke depan, PNM berkomitmen terus memperkuat pemberdayaan berbasis dampak, memperluas jangkauan layanan, dan memperteguh model pemberdayaan yang terintegrasi.

Apresiasi internasional ini menjadi langkah bermakna dalam memperluas pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera, sekaligus mendorong terwujudnya keuangan inklusif dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan pengakuan global yang diraih, PNM menegaskan bahwa inovasi keuangan dapat menjadi instrumen efektif untuk menghadirkan perubahan sosial. 

Orange Bonds dan Sukuk Bonds bukan sekadar produk pembiayaan, melainkan sarana memperkuat kemandirian ekonomi jutaan perempuan Indonesia.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan finansial dan dampak sosial dapat berjalan beriringan. 

PNM berupaya memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk pemberdayaan nyata dan berkelanjutan.

Terkini