JAKARTA - Rutinitas membersihkan wajah sering dianggap langkah paling sederhana dalam perawatan kulit.
Padahal, tahap ini memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. Kesalahan dalam memilih maupun menggunakan pembersih justru bisa berdampak pada iritasi, kulit kering, hingga munculnya masalah baru.
Pembersih kulit telah jadi bagian penting dari ritual skincare harian. Tahap ini membantu menghilangkan keringat, riasan, dan sel kulit mati yang menumpuk. Namun, dengan semakin banyaknya produk perawatan kulit yang tersedia di pasaran, sering kali sulit untuk menentukan pembersih mana yang tepat.
Belum lagi tentang memahami cara menggunakan pembersih kulit dengan benar. Memilih dan menggunakan produk yang sesuai dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan kulit dan kesejahteraan secara keseluruhan. Sebaliknya, produk yang tidak tepat berpotensi menimbulkan kerusakan pada kulit.
Peneliti Pasca-doktoral, Biologi Sel Punca, dan Teknologi Sel Tunggal di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, Rebecca Wagner, menjelaskan bahwa pembersih wajah dirancang khusus untuk membersihkan permukaan kulit dari berbagai kotoran.
Produk ini bekerja efektif untuk menghilangkan minyak berlebih, kotoran, serta sisa produk lain, seperti riasan atau tabir surya, yang menempel di wajah. Secara umum, pembersih dapat dibagi menjadi empat bahan dasar utama: sabun, deterjen, surfaktan, dan pengemulsi.
Semua bahan ini merupakan senyawa yang memiliki sifat melarutkan partikel, memungkinkan kotoran atau riasan larut dalam air. Proses pelarutan ini memisahkan partikel-partikel tersebut dari permukaan kulit sehingga mudah dibilas, meninggalkan kulit dalam kondisi bersih.
Pembersih pertama yang dikenal adalah sabun, namun sabun cenderung keras pada kulit karena dapat menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan kekeringan atau iritasi. Sebagian besar pembersih modern kini mengandung deterjen sintetis yang formulanya lebih lembut dan kurang mengiritasi kulit.
Fungsi Pembersih Kulit dan Kandungannya
Beberapa pembersih wajah juga diperkaya dengan proporsi lipid yang lebih tinggi untuk mencegah kulit menjadi kering dengan mengganti minyak yang hilang selama proses pembersihan. Ada pula pembersih yang mengandung bahan aktif spesifik untuk mengatasi masalah kulit tertentu.
Misalnya, asam salisilat sering ditemukan dalam pembersih wajah untuk membantu mengontrol noda dan memiliki sifat anti-inflamasi, serta memperlambat pertumbuhan sel kulit. Benzoil peroksida, dengan sifat anti-bakterinya, berguna dalam mengobati jerawat ringan.
Namun, jika Anda tidak memiliki masalah jerawat atau kondisi kulit yang memerlukan senyawa ini, pembersih dengan asam salisilat atau benzoil peroksida mungkin terlalu keras dan justru dapat membahayakan kulit Anda. Pembersih yang mengandung ceramide bisa menjadi pilihan baik untuk melindungi kulit, karena lebih sedikit minyak alami kulit yang hilang saat wajah dibersihkan.
Kapan dan Bagaimana Memilih Pembersih yang Tepat?
Frekuensi pembersihan kulit sangatlah personal dan bergantung pada beberapa faktor, seperti gaya hidup, jenis kulit, dan genetika. Misalnya, jika Anda memiliki kulit kering, membersihkan wajah lebih jarang atau menggunakan produk yang lebih lembut mungkin lebih cocok.
Sebaliknya, individu dengan kulit berminyak mungkin perlu membersihkan wajah lebih sering untuk mengontrol produksi sebum. Jenis pembersih yang paling sesuai untuk seseorang akan sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor, seperti jenis kulit, usia, dan gaya hidup.
Pembersih umumnya dibuat dengan bahan dasar tertentu, seperti air atau minyak. Pembersih berbahan dasar air efektif menghilangkan partikel yang larut dalam air, seperti kotoran dan keringat.
Sementara itu, pembersih berbahan dasar minyak lebih mampu mengangkat partikel yang larut dalam minyak, seperti riasan dan tabir surya. Bahan tambahan juga sering dimasukkan ke dalam pembersih untuk memberikan hasil spesifik yang diinginkan.
Cara Membersihkan Kulit dengan Benar
Mencuci wajah hanya dengan air saja tidak akan cukup untuk menghilangkan minyak, kotoran, atau riasan yang menumpuk secara efektif. Biasanya, satu kali proses pembersihan sudah memadai untuk mengangkat semua hal ini dari permukaan kulit, termasuk riasan.
Jadi, kapan Anda harus double cleansing? Pembersihan ganda adalah teknik yang dipopulerkan tren kecantikan Korea. Metode ini melibatkan dua langkah pembersihan untuk memastikan kulit benar-benar bersih:
Pertama, menggunakan pembersih berbahan dasar minyak, yang sangat efektif untuk menghilangkan produk berminyak seperti riasan atau tabir surya.
Kemudian, dilanjutkan dengan pembersih berbahan dasar air untuk membersihkan sisa-sisa kotoran dan pembersih minyak.
Prosedur ini bertujuan memberi pembersihan yang lebih mendalam, yang tentu saja bisa sangat bermanfaat bagi sebagian orang. Namun, perlu diingat bahwa pembersih berbahan dasar air mungkin tidak selalu efisien dalam menghilangkan semua residu yang tertinggal dari pembersih minyak.
Hal ini berpotensi menyebabkan penumpukan sisa pembersih berbahan dasar minyak yang dapat memicu iritasi atau jerawat pada kulit sensitif.
Membersihkan wajah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan langkah fundamental dalam menjaga keseimbangan kulit. Memahami kandungan pembersih, menyesuaikan dengan jenis kulit, serta menentukan frekuensi yang tepat menjadi kunci utama.
Alih-alih mengikuti tren semata, pendekatan terbaik adalah mengenali kebutuhan kulit masing-masing. Dengan cara ini, pembersih wajah dapat bekerja optimal tanpa mengganggu lapisan pelindung alami kulit.