JAKARTA - Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026 membuka pintu ambisi baru di pentas futsal internasional. Setelah rangkaian pertandingan yang digelar mulai 27 Januari hingga 7 Februari di Indonesia Arena dan Jakarta International Velodrome, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurut Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pujian itu bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal atmosfer dan antusiasme publik yang dinilai luar biasa sepanjang pertandingan final hingga penutupan turnamen.
Kesuksesan ini sekaligus menjadi dasar kuat bagi Indonesia untuk memikirkan langkah lebih besar: menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Pencapaian ini menyusul posisi runner-up yang diraih oleh Timnas Futsal Indonesia setelah kalah dari Iran melalui adu penalti di laga puncak.
Ragam Apresiasi AFC Terhadap Penyelenggaraan Turnamen
AFC secara terbuka menilai penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia sangat baik. Menpora Erick Thohir menuturkan bahwa pihak konfederasi menyebut laga final Indonesia vs Iran sebagai salah satu final terbaik yang pernah mereka saksikan, baik dari segi kompetisi maupun penyelenggaraan secara keseluruhan. Dari awal hingga akhir turnamen, penonton selalu memenuhi bangku penonton dan menciptakan atmosfer yang dinamis dan mendukung.
Menurut Erick, pujian ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event olahraga futsal internasional dengan kualitas yang sebanding dengan negara besar lain di Asia. Hal ini disebutnya menjadi modal penting untuk langkah yang lebih ambisius lagi di masa depan.
Erick Thohir dan Rencana Indonesia di Panggung Dunia
Erick Thohir menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tengah memikirkan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Meskipun FIFA belum memutuskan siapa tuan rumah ajang tersebut, Erick mengatakan bahwa Indonesia melihat ini sebagai peluang yang layak diperjuangkan. Ia mengutip pernyataan AFC sebagai landasan kuat untuk meningkatkan level penyelenggaraan futsal di Indonesia.
“Kami dari pemerintah, dari futsal, siapa tahu bisa mencoba membawa Piala Dunia Futsal ke Indonesia,” ujar Erick dalam keterangannya. Ia juga menekankan bahwa upaya ini melibatkan banyak pihak, termasuk Federasi Futsal Indonesia (FFI), agar rencana menjadi cukup matang ketika diajukan kepada FIFA.
Meskipun masih ada tantangan, seperti fakta bahwa Asia baru saja menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2024 di Uzbekistan, Erick optimistis sinergi antara pemerintah, federasi, dan publik dapat membantu Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk penyelenggaraan di tingkat dunia.
Pendapat Federasi Futsal Indonesia dan Tantangan Ke Depan
Selain pernyataan dari Erick Thohir, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Michael Victor Sianipar, turut menyampaikan optimisme terhadap rencana pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Michael menjelaskan bahwa pencapaian Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 menjadi titik awal yang penting dalam perjalanan menuju level dunia.
IA pun mengakui bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih lanjut, terutama dengan FIFA selaku pemegang kendali event ini. Salah satu persoalan adalah jika Indonesia menjadi tuan rumah, maka Asia akan menjadi tuan rumah dua kali berturut-turut (setelah Uzbekistan 2024), yang membutuhkan persetujuan dan koordinasi bersama federasi sepak bola dunia tersebut.
Namun demikian, Michael menyebut bahwa komunikasi antara FFI dan pemerintah sudah berjalan, meskipun masih menunggu pembicaraan lebih lanjut tentang detail pencalonan Indonesia.
Momentum Strategis Bagi Peningkatan Futsal Nasional
Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 tidak hanya menjadi soal kebanggaan semata, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembangkan olahraga futsal di Tanah Air. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, federasi, hingga masyarakat, momentum ini dianggap sebagai peluang emas untuk mendorong prestasi futsal nasional ke level yang lebih tinggi.
Pencapaian runner-up di Piala Asia Futsal 2026 sekaligus mengukir sejarah baru bagi Timnas Futsal Indonesia, meningkatkan popularitas olahraga ini di tingkat domestik, dan membuka ruang diskusi tentang investasi fasilitas olahraga yang lebih memadai. Hal-hal ini dianggap sebagai bagian dari strategi Indonesia dalam meningkatkan daya saing di ajang internasional.
Indonesia kini berada di persimpangan peluang besar: apakah bisa mempertahankan momentum positif dari Piala Asia Futsal 2026 dan berhasil membawa turnamen futsal terbesar di dunia ke Tanah Air. Langkah ini akan membutuhkan kerja keras, diplomasi intensif dengan FIFA, dan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah global.
Dengan demikian, meskipun tantangan masih ada, ambisi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh dan prestasi yang diapresiasi secara internasional.