PROYEK TOL

Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Diproyeksikan Beroperasi 2029 Asal Lahan dan Dana Tersedia

Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Diproyeksikan Beroperasi 2029 Asal Lahan dan Dana Tersedia

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pembangunan Proyek Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi yang menjadi bagian dari Seksi Padang–Pekanbaru dengan target operasional lebih cepat dari rencana awal, asalkan dukungan pembebasan lahan dan pendanaan tersedia secara optimal. Proyek yang menjadi salah satu bagian penting konektivitas di Sumatera Barat itu diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga mereduksi risiko kecelakaan dan hambatan lalu lintas di jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini dikenal rawan gangguan dan bencana alam.

Perkembangan Target Penyelesaian Proyek

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief Dienaputra, menyampaikan dalam sebuah rapat bahwa Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi ditargetkan dapat rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2031, seperti yang diputuskan dalam perencanaan awal. Namun, ia juga membuka peluang percepatan penyelesaian hingga tahun 2029, dengan catatan semua dukungan teknis, pendanaan yang mencukupi, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal.

Total kebutuhan investasi untuk pembangunan ruas tol sepanjang sekitar 40,01 kilometer ini diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun. Nilai investasi besar ini mencakup seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan yang harus dilalui hingga konstruksi dan akhir pekerjaan fisik di lapangan.

Tantangan Pembebasan Lahan dan Pendanaan

Salah satu kendala yang menjadi titik tumpu percepatan proyek adalah penyelesaian pembebasan lahan. Selama ini, persoalan pembebasan lahan kerap menjadi hambatan dalam proyek infrastruktur, termasuk di Sumatera Barat. Rachman Arief menekankan bahwa keberhasilan mempercepat pembangunan hingga 2029 sangat ditentukan oleh penyelesaian persoalan lahan. Selain itu, dukungan dana yang cukup—baik dari APBN maupun alokasi lain—menjadi faktor penting agar tahapan pekerjaan bisa berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Kementerian PU juga telah mengadakan rapat lanjutan percepatan pembangunan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan semua aspek teknis sudah dipahami dan disiapkan. Tahapan teknis itu termasuk survei topografi, survei geoteknik, serta penyusunan rekomendasi teknis untuk mendukung proses pembangunan.

Dukungan Pemerintah Daerah Sumatera Barat

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol tersebut sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat dibutuhkan masyarakat Sumbar. Menurut Mahyeldi, keberadaan tol itu akan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas, terutama di jalur nasional yang sering terdampak bencana seperti longsor dan banjir.

“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan **Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” ujar Mahyeldi.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sumbar menyatakan siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. “Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” tegas Mahyeldi.

Rincian Segmen Pembangunan Tol

Selain target waktu penyelesaian dan dukungan pemerintah, perencanaan pembangunan juga telah mencakup pembagian ruas tol menjadi dua segmen utama. Segmen pertama adalah dari Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, sepanjang sekitar 20,3 kilometer. Segmen kedua mencakup Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang sekitar 19,71 kilometer. Kedua segmen ini direncanakan akan dilengkapi dengan interchange (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antarkawasan.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa medan di beberapa area memiliki karakteristik yang kompleks sehingga butuh perencanaan matang. Untuk segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang lebih dari 5,8 kilometer, jalan at grade sepanjang lebih dari 4,4 kilometer, serta sekitar 10 kilometer jembatan.

Sementara itu, pada segmen Bukittinggi–Padang Panjang, sebagian besar trase akan dibangun dengan skema at grade sepanjang sekitar 17 kilometer, serta tambahan 2,71 kilometer jembatan. Kondisi medan yang cukup menantang menjadi alasan perlunya survei dan analisis komprehensif sebagai dasar perencanaan.

Saat ini, survei topografi telah selesai dilakukan, dan tahapan selanjutnya adalah survei geoteknik berupa boring investigation (penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal). Tahapan ini direncanakan akan dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026, dengan syarat izin memasuki hutan lindung dari kementerian terkait sudah terbit.

Harapan Percepatan dan Dukungan Publik

Seiring dengan semua persiapan itu, Gubernur Mahyeldi juga berharap dukungan penuh dari lintas sektor tidak hanya pemerintah di berbagai tingkatan tetapi juga masyarakat, khususnya terkait tahapan pembebasan lahan. Tanpa dukungan tersebut, proses percepatan pemberian lahan dan pelaksanaan konstruksi bisa terhambat, sehingga target penyelesaian di tahun 2029 menjadi sulit tercapai.

Jika semua rencana tersebut berjalan sesuai harapan, Tol Sicincin–Bukittinggi tidak hanya menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, tetapi juga diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Sumatera Barat secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index