Kendrick Lamar Puncaki Sejarah Grammy, Hip-Hop Kini Miliki Raja Baru

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:26:01 WIB

JAKARTA - Perkembangan musik hip-hop kembali mencatatkan babak yang monumental di panggung global. Pada Grammy Awards 2026, Kendrick Lamar menorehkan prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya: ia menjadi rapper dengan koleksi piala Grammy terbanyak sepanjang masa, mematahkan dominasi Jay-Z yang selama ini dianggap sebagai “raja” dalam hal prestasi penghargaan musik di genre ini. Ini bukan sekadar kemenangan malam itu — ini menandai era baru dalam sejarah hip-hop.

Rekor yang Pecah: Melewati Jejak Jay-Z
Sepanjang lebih dari dua dekade, Jay-Z dikenal sebagai rapper dengan jumlah penghargaan Grammy terbanyak: 25 trofi yang menjadi standar prestasi genre rap. Namun pada Grammy 2026, Kendrick Lamar tampil bukan hanya sebagai pesaing, melainkan sebagai pemecah rekor. 
Lamar, yang memasuki malam penghargaan dengan total 22 Grammy, hanya membutuhkan empat kemenangan tambahan untuk melampaui rekor Jay-Z. Pada akhirnya ia berhasil membawa pulang lima piala Grammy di acara tersebut, sehingga total pemenangannya kini menjadi 27 trofi — sebuah angka yang melampaui rekor Jay-Z.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi Lamar sebagai tokoh dominan dalam sejarah musik rap, bukan hanya dari sisi popularitas atau komersial, namun juga dari pengakuan penghargaan formal di industri musik global.

Malam Bersejarah di Grammy 2026
Di Grammy Awards ke-68 yang digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, Kendrick Lamar bukan hanya tampil sebagai nomine utama, tetapi juga pembawa pulang piala terbanyak malam itu. Ia meraih kemenangan di kategori utama termasuk:

Best Rap Performance

Best Rap Song

Best Melodic Rap Performance

Best Rap Album

Record of the Year

Kemenangan ini turut membawa total koleksi trofi Lamar menjadi 27, sebuah angka yang belum pernah dicapai oleh rapper lain di Grammy dalam sejarah panjang acara ini.

Dalam pidato penerimaannya, Lamar mencerminkan penghargaannya terhadap genre hip-hop, mengatakan bahwa meski ia bukan “pandai berbicara tentang dirinya sendiri,” ia mengekspresikan dirinya lewat musik, serta menegaskan bahwa budaya hip-hop akan terus bertahan dan berkembang.

Dari “Not Like Us” Hingga GNX: Sumber Inspirasi dan Dominasi
Beberapa karya Lamar yang berkontribusi besar pada malam bersejarah ini mencerminkan perjalanan panjang kreatifnya. Lagu seperti “Not Like Us”, yang sebelumnya menjadi fenomena global, turut berperan dalam memperkuat posisi Lamar sebagai figur penting di budaya populer. Lagu tersebut bahkan telah menjadi semacam anthem budaya setelah dirilis di tengah perhatian publik yang tinggi.

Selain itu, album terbarunya “GNX” juga meraih pengakuan, termasuk kemenangan sebagai Best Rap Album, menegaskan bahwa Lamar tidak hanya mencatatkan prestasi penghargaan individual, tetapi juga melalui karya yang diakui sebagai salah satu karya terbesar genre rap saat ini.

Dampak Besar dan Arah Baru Hip-Hop Global
Rekor baru yang ditorehkan oleh Kendrick Lamar bukan sekedar angka di etalase penghargaan. Ini menunjukkan evolusi dan pengakuan global terhadap hip-hop sebagai genre musik yang serius, berpengaruh, dan terus berkembang. Prestasi ini juga membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana budaya hip-hop telah bermetamorfosis dari subkultur jalanan menjadi kekuatan arus utama dalam industri musik dunia.

Tidak hanya soal trofi, koleksi penghargaan ini mencerminkan legitimasi dan penghargaan terhadap kualitas, dedikasi dan dampak budaya yang dihasilkan oleh Lamar selama kariernya. Dari debutnya hingga puncak prestasi ini, Lamar adalah contoh rapper yang tidak hanya fokus pada komersialisme, tetapi juga pada cara musik dapat mencerminkan realitas sosial dan pengalaman kehidupan.

Kesimpulan: Era Baru Hip-Hop yang Tak Terelakkan
Dengan 27 piala Grammy, Kendrick Lamar kini tidak hanya melampaui rekord Jay-Z, tetapi juga menempatkan dirinya dalam posisi sejarah sebagai ikon terbesar hip-hop dalam konteks penghargaan Grammy. Lebih dari sekadar angka, ini adalah pengakuan industri terhadap kiprah seni dan pengaruh budaya yang tak bisa diabaikan.

Perjalanan Lamar menunjukkan bahwa hip-hop bukan sekadar genre musik; ini adalah suara komunitas, inovasi artistik, dan kekuatan naratif yang terus berkembang. Grammy 2026 mungkin saja menjadi awal dari babak baru — bukan hanya bagi Kendrick Lamar, tetapi juga bagi seluruh genre hip-hop di dunia.

Terkini