RONALDO

Ronaldo Tinggalkan Laga Al-Riyadh: Protes Kebijakan Transfer Klub Saudi

Ronaldo Tinggalkan Laga Al-Riyadh: Protes Kebijakan Transfer Klub Saudi

JAKARTA - Cristiano Ronaldo mengejutkan dunia sepak bola dengan ketidakhadirannya dalam laga Al-Nassr melawan Al-Riyadh pada Senin malam di Liga Arab Saudi. Absennya megabintang asal Portugal itu memicu berbagai spekulasi, yang langsung menjadi perbincangan hangat media dan pecinta bola di seluruh dunia. Sementara timnya tetap menang tanpa Ronaldo, situasi di balik layar menunjukkan konflik yang jauh lebih kompleks daripada sekadar alasan kesehatan atau rotasi pemain.

Tidak Karena Cedera — Ini Penjelasan Absennya Ronaldo

Dalam pertandingan pekan ke-19 Saudi Pro League di Prince Turki bin Abdulaziz Stadium, nama Cristiano Ronaldo tidak tercantum dalam daftar pemain Al-Nassr. Padahal, tidak ada laporan cedera, sakit, atau keputusan teknis dari pelatih yang menjadi alasan ketidakikutsertaannya. Menurut laporan media Portugal A Bola, ketidakhadiran Ronaldo bukan karena masalah fisik. Dia cepat menjadi sorotan karena ketidakhadirannya dianggap sebagai bentuk protes terhadap manajemen klubnya sendiri.

Absennya Ronaldo justru dikaitkan dengan kekecewaan yang mendalam terhadap pemilik klub, yakni PIF (Dana Investasi Publik Arab Saudi), yang dianggap tidak adil dalam pengelolaan dana dan kebijakan transfer antar klub-klub yang berada di bawah kendalinya.

Ronaldo “Ngambek” kepada Manajemen Klub

Menurut sumber yang sama, Ronaldo merasa PIF lebih murah hati dalam mendukung klub pesaing Al-Nassr, khususnya Al Hilal. Hal ini tampak dari aktivitas transfer yang jauh lebih agresif di klub rival dibandingkan dengan langkah Al-Nassr di bursa musim dingin. Dalam jendela transfer tersebut, Al-Nassr hanya mendapatkan satu pemain baru: Haydeer Abdulkareem, gelandang muda asal Irak. Sementara itu, Al Hilal aktif mendatangkan beberapa pemain penting, termasuk biaya besar untuk mendapatkan pemain seperti Kader Meite dari Rennes serta pemain lainnya.

Ronaldo disebut merasa frustrasi karena kurangnya investasi yang signifikan di timnya, padahal target mereka adalah merebut gelar liga — sebuah ambisi besar yang membutuhkan skuad berkualitas tinggi yang kompetitif. Kondisi ini tampaknya memicu konflik internal antara pemain legendaris dan struktur klub yang dipimpin oleh PIF.

Dampak Absennya Ronaldo di Lapangan

Meski tidak bermain, absennya Ronaldo tidak menghentikan Al-Nassr meraih kemenangan. Tanpa kehadiran sang kapten, Sadio Mane dan rekan-rekan berhasil membawa pulang tiga poin dengan skor 1-0 atas Al-Riyadh. Gol kemenangan dicetak oleh Mane, yang menunjukkan bahwa skuad Al-Nassr tetap mampu tampil maksimal meskipun tanpa figur besar seperti Ronaldo.

Namun, absennya Ronaldo tetap terasa besar — bukan hanya dari sisi performa di lapangan, tetapi juga dari sisi pesan yang disampaikan kepada klub dan publik. Ketidakhadirannya seolah menjadi bentuk protes keras terhadap kondisi internal Al-Nassr, dan bisa berdampak pada hubungan jangka panjang antara Ronaldo dengan timnya.

Persoalan Transfer Jadi Pemicunya

Kekecewaan Ronaldo terhadap kebijakan transfer klub ini sejalan dengan laporan dari berbagai media internasional yang menyebut bahwa ketidakhadiran Ronaldo bisa dipandang sebagai “mogok” atau protes terhadap manajemen PIF. Situasi ini dipicu oleh kurangnya langkah signifikan dari Al-Nassr dalam memperkuat skuad pada bursa musim dingin, sementara klub-klub lain di bawah kendali PIF menunjukkan aktivitas transfer besar, yang membuat Ronaldo merasa tidak dilayani secara setara.

Kritik terhadap PIF bahkan tidak hanya datang dari Ronaldo; beberapa spekulasi media menyebut konflik ini terkait dengan struktur bantuan finansial yang diprioritaskan untuk klub lain, dan bukan hanya soal satu atau dua pemain saja. Munculnya rumor tentang ketidakadilan ini semakin memperkuat persepsi bahwa ketidakhadiran Ronaldo bukanlah sebuah kebetulan.

Konsekuensi dan Pertanyaan Terbuka

Sudah menjadi rumor luas bahwa Ronaldo, yang masih berkontrak dengan Al-Nassr hingga 2027, tidak hanya kecewa tetapi juga mempertimbangkan masa depannya di klub. Ketegangan antara pemain sejuta gol ini dan manajemen mengundang pertanyaan: Apakah hubungan profesional mereka akan bertahan lama? Apakah Ronaldo akan tetap berseragam Al-Nassr dalam jangka panjang? Semua ini masih menjadi spekulasi, tetapi tekanan emosional dan sportivitas yang ditunjukkan Ronaldo membawa dinamika baru dalam tim.

Para pengamat sepak bola kini terus mengamati apakah momentum ini akan berujung pada perubahan struktur internal, negosiasi ulang kontrak, atau bahkan kemungkinan Ronaldo angkat kaki dari Arab Saudi lebih cepat dari yang diperkirakan. Sementara itu, akibat absennya dalam laga lawan Al-Riyadh menjadi salah satu momen paling menarik dalam karier sang megabintang di luar lapangan.

Cristiano Ronaldo mengundurkan diri dari pertandingan Al-Nassr kontra Al-Riyadh bukan karena cedera, melainkan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan transfer dan manajemen klub yang dianggap tidak adil. Keputusan ini mencerminkan ketegangan yang jarang terlihat dalam hubungan antara pemain dan klub besar, apalagi untuk seorang ikon global seperti Ronaldo. Hasil menang tetap diraih Al-Nassr, namun absennya Ronaldo menjadi berita utama yang menciptakan debat luas di dunia sepak bola.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index