JAKARTA - Perencanaan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Memasuki awal tahun 2026, banyak pelaku usaha mulai menyusun strategi pengembangan bisnis, baik untuk menambah modal kerja maupun melakukan investasi usaha. Salah satu skema pembiayaan yang masih menjadi pilihan utama adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri.
Program KUR Mandiri 2026 kembali hadir dengan skema pembiayaan yang dinilai terjangkau dan ramah bagi pelaku UMKM.
Dengan bunga rendah dan tenor fleksibel, KUR Mandiri memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mengakses permodalan tanpa terbebani cicilan yang terlalu berat. Oleh karena itu, memahami simulasi cicilan sejak awal menjadi langkah penting sebelum mengajukan pinjaman.
Gambaran Umum KUR Mandiri 2026
KUR Mandiri merupakan program pembiayaan yang ditujukan bagi pelaku usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan. Program ini mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha dengan plafon pinjaman yang cukup luas, mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta.
Mengacu pada informasi resmi Bank Mandiri, hingga awal Februari 2026 tidak terdapat perubahan pada skema pembiayaan maupun suku bunga KUR Mandiri.
Program ini tetap menawarkan bunga flat sebesar 6 persen per tahun, sesuai kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM nasional. Dengan bunga tetap tersebut, debitur dapat memperkirakan cicilan bulanan secara lebih pasti.
Pentingnya Memahami Simulasi Cicilan
Simulasi cicilan KUR Mandiri 2026 menjadi acuan penting bagi pelaku UMKM untuk menilai kemampuan pembayaran sebelum mengajukan pinjaman. Melalui simulasi ini, pelaku usaha dapat menyesuaikan plafon pinjaman dan tenor dengan kondisi arus kas usaha.
Perhitungan cicilan yang matang membantu meminimalkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari. Selain itu, simulasi cicilan juga memudahkan pelaku UMKM dalam menyusun perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang, terutama bagi usaha yang sedang dalam tahap pengembangan.
Simulasi Cicilan KUR Mandiri 2026 Plafon Kecil
Untuk kebutuhan modal usaha skala mikro, Bank Mandiri menyediakan plafon pinjaman kecil dengan tenor 12 hingga 36 bulan. Berikut simulasi cicilan KUR Mandiri 2026 plafon kecil:
Pinjaman Rp10 juta
12 bulan: Rp860.664
24 bulan: Rp443.206
36 bulan: Rp304.219
Pinjaman Rp15 juta
12 bulan: Rp1.290.996
24 bulan: Rp664.809
36 bulan: Rp456.329
Pinjaman Rp25 juta
12 bulan: Rp2.151.661
24 bulan: Rp1.108.015
36 bulan: Rp760.548
Pinjaman Rp30 juta
12 bulan: Rp2.581.993
24 bulan: Rp1.329.618
36 bulan: Rp912.658
Plafon kecil ini umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional usaha, seperti pembelian bahan baku, penambahan stok barang, atau pengadaan peralatan usaha sederhana.
Simulasi Cicilan KUR Mandiri 2026 Plafon Menengah
Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal lebih besar, KUR Mandiri 2026 juga menyediakan plafon menengah. Berikut simulasi cicilannya:
Pinjaman Rp40 juta
12 bulan: Rp3.442.657
24 bulan: Rp1.772.824
36 bulan: Rp1.216.877
Pinjaman Rp50 juta
12 bulan: Rp4.303.321
24 bulan: Rp2.216.031
36 bulan: Rp1.521.097
Pinjaman Rp60 juta
12 bulan: Rp5.163.986
24 bulan: Rp2.659.247
36 bulan: Rp1.825.316
Pinjaman Rp70 juta
12 bulan: Rp6.024.650
24 bulan: Rp3.102.443
36 bulan: Rp2.159.536
Pinjaman Rp80 juta
12 bulan: Rp6.885.314
24 bulan: Rp3.545.649
36 bulan: Rp2.433.755
Pinjaman Rp90 juta
12 bulan: Rp7.745.979
24 bulan: Rp3.988.855
36 bulan: Rp2.737.974
Plafon menengah banyak dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, seperti penambahan karyawan, peningkatan kapasitas produksi, atau pembukaan cabang baru.
Simulasi Cicilan KUR Mandiri 2026 Plafon Besar
Untuk usaha kecil dan menengah dengan kebutuhan pembiayaan besar, Bank Mandiri menyediakan tenor hingga 60 bulan. Berikut simulasi cicilan plafon besar:
Pinjaman Rp100 juta
12 bulan: Rp8.606.643
24 bulan: Rp4.432.061
36 bulan: Rp3.042.194
Pinjaman Rp110 juta
12 bulan: Rp9.467.307
24 bulan: Rp4.875.267
36 bulan: Rp3.346.413
48 bulan: Rp2.583.353
60 bulan: Rp2.126.608
Pinjaman Rp150 juta
12 bulan: Rp12.909.964
24 bulan: Rp6.648.092
36 bulan: Rp4.563.291
48 bulan: Rp3.522.754
60 bulan: Rp2.889.920
Pinjaman Rp200 juta
12 bulan: Rp17.213.286
24 bulan: Rp8.864.122
36 bulan: Rp6.084.387
48 bulan: Rp4.697.006
60 bulan: Rp3.866.560
Pinjaman Rp350 juta
12 bulan: Rp30.123.250
24 bulan: Rp15.512.214
36 bulan: Rp10.647.678
48 bulan: Rp8.219.760
60 bulan: Rp6.766.481
Pinjaman Rp500 juta
12 bulan: Rp43.033.215
24 bulan: Rp22.160.305
36 bulan: Rp15.210.969
48 bulan: Rp11.742.515
60 bulan: Rp9.666.401
Syarat dan Cara Pengajuan KUR Mandiri 2026
Untuk mengajukan KUR Mandiri 2026, calon debitur perlu menyiapkan e-KTP dan Kartu Keluarga, NIB atau Surat Keterangan Usaha, NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta, surat nikah atau cerai jika ada, serta BPJS Ketenagakerjaan untuk plafon di atas Rp100 juta.
Pengajuan dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor cabang atau unit mikro Bank Mandiri, atau menghubungi Mandiri Call 14000 untuk mendapatkan informasi awal.
Dengan memahami simulasi cicilan KUR Mandiri 2026 secara menyeluruh, pelaku UMKM dapat menentukan pilihan plafon dan tenor pinjaman yang paling sesuai dengan kemampuan keuangan usaha. Program ini berlaku hingga akhir tahun atau sampai kuota nasional terpenuhi.