Pelita Jaya Kuasai Satria Muda dari Awal Hingga Akhir di Bandung

Senin, 02 Februari 2026 | 09:53:16 WIB

JAKARTA - Dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL 2026), Pelita Jaya Bakrie Jakarta menunjukkan dominasi yang jarang terlihat ketika bertandang ke markas kuat lawan. Menghadapi Satria Muda Pertamina Bandung di C-Tra Arena, tim tamu berhasil meraih kemenangan penting 65-59, sekaligus menghentikan tren tak terkalahkan Satria Muda di kandang pada kompetisi musim ini. Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka di papan skor—namun juga menandai penguasaan strategi permainan dari tim asuhan David Singleton, yang mampu memanfaatkan momentum pada kuarter akhir untuk membalikkan keadaan menuju kemenangan.

Awal Laga dan Persaingan Ketat

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua kubu. Selama paruh pertama pertandingan, Pelita Jaya dan Satria Muda saling mengejar dan mempertahankan keunggulan, dengan jarak poin yang tidak pernah lebih dari lima angka. Satria Muda sempat kesulitan di kuarter kedua, hanya berhasil mencetak delapan poin—membuka celah yang kemudian dimanfaatkan oleh Pelita Jaya untuk tetap berada di atas angin menjelang akhir babak reguler.

Pertandingan ini bukan hanya sekadar duel angka: ini juga menunjukkan pertempuran mental, karena Satria Muda berusaha mempertahankan rekor dominannya di kandang sendiri, sementara Pelita Jaya mencoba meruntuhkan reputasi tersebut. Namun, permainan berjalan seimbang dan penuh tensi hingga kuarter ketiga berakhir, memperlihatkan kemampuan kedua tim untuk beradaptasi terhadap tekanan lawan.

Perubahan Dramatis di Kuarter Keempat

Puncak kekuatan Pelita Jaya terlihat jelas ketika kuarter terakhir dimulai. Setelah pertarungan sengit yang berlangsung hingga jelang akhir, mereka membukukan 24 poin di kuarter keempat, sebuah lonjakan produktivitas yang menjadi kunci kemenangan. Tim yang dikomandoi oleh David Singleton tersebut mampu mengurangi defisit 10 poin dari Satria Muda, kemudian mempertahankan momentum hingga akhir pertandingan, dan akhirnya menyegel kemenangan.

Faktor yang paling mencolok dalam kuarter ini adalah penampilan kolektif para pemain Pelita Jaya, yang menunjukkan kerja sama tim yang solid. Jeffree Withey, misalnya, memberikan kontribusi besar dengan 14 poin dan 13 rebound, menjadi salah satu pilar penting di kedua sisi lapangan. Keberhasilan tim tamu memanfaatkan serangan balik serta kontrol bola yang lebih baik dibanding tuan rumah menjadi faktor penentu dalam kuarter terakhir ini.

Statistik Cetak dan Performa Individu

Statistik akhir pertandingan memperlihatkan beberapa poin penting:

Pelita Jaya melakukan 25 tembakan akurat dari 65 percobaan, termasuk 11 tripoin yang tepat sasaran, angka yang jauh lebih efisien dibanding performa Satria Muda.

Sementara itu, Satria Muda hanya mampu mengonversi 23 dari 77 percobaan mereka, dengan persentase tembakan yang jauh lebih rendah.

Empat pemain Pelita Jaya berhasil mencetak angka double digit, mencerminkan distribusi skor yang merata di seluruh lapangan.

Kontribusi pemain lain seperti Agassi Goantara (12 poin) dan Andakara Prastawa Dhyaksa (13 poin, 11 rebound) juga memperlihatkan kedalaman roster tim ini, sehingga tak hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja. Ini menjadi bukti bahwa Pelita Jaya datang dengan strategi permainan penuh variasi dan fleksibilitas tinggi untuk merusak ritme Satria Muda.

Dampak Kemenangan bagi Pelita Jaya dan Liga

Kemenangan ini memiliki arti lebih besar bagi Pelita Jaya Bakrie Jakarta. Selain menjaga rekor tak terkalahkan mereka hingga pekan keempat musim 2026, hasil ini juga menunjukkan bahwa tim ini mampu mengatasi tekanan keras dari tim yang unggul di kandang mereka sendiri. Hal ini sangat penting dalam konteks perburuan posisi terbaik di klasemen dan momentum menuju playoff mendatang.

Sedangkan bagi Satria Muda, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting. Tim ini dikenal kuat di kandang sendiri, namun performa di kuarter akhir menjadi krusial dan harus diperbaiki, terutama dalam hal efisiensi tembakan dan menjaga pertahanan pada momen-momen kritis.

Laga ini pun menjadi salah satu contoh bagaimana kompetisi IBL semakin kompetitif, karena tim-tim besar kini harus benar-benar siap secara strategi, mental, dan distribusi pemain jika ingin memenangkan pertandingan penting, baik di kandang maupun tandang.

Terkini