Biaya Reksadana adalah faktor penting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memulai investasi di instrumen ini.
Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami berbagai biaya yang dikenakan, agar kamu bisa menilai apakah biaya tersebut masih terjangkau atau malah memberatkan, terutama jika return yang dihasilkan tidak sesuai harapan.
Perlu diketahui, return atau hasil investasi dari reksa dana bisa sangat bervariasi, tergantung pada jenis reksa dana yang kamu pilih.
Oleh karena itu, penting untuk memahami biaya reksadana yang berlaku agar investasi kamu tetap menguntungkan.
Apa Itu Reksa Dana?
Reksa dana merupakan pilihan investasi yang ideal bagi mereka yang ingin berinvestasi namun memiliki modal terbatas, serta tidak memiliki banyak waktu atau keahlian untuk menganalisis risiko investasi.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi dapat diakses oleh siapa saja, bahkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal modal, waktu, atau pengetahuan. Dengan reksa dana, kamu tetap memiliki peluang untuk meraih keuntungan dari investasi.
Reksa dana juga bisa dipahami sebagai sarana untuk mengumpulkan dana dari berbagai investor, yang kemudian akan dikelola dan diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Jenis-jenis Reksa Dana
Jika kamu sudah memahami apa itu reksa dana, yang merupakan istilah umum dalam dunia investasi, penting juga untuk mengetahui berbagai jenis instrumen investasi reksa dana.
Hal ini akan membantumu melanjutkan pencarian mengenai biaya reksa dana dan apa saja yang perlu diperhatikan selama berinvestasi.
1. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang atau money market fund adalah jenis reksa dana yang perlu kamu ketahui. Dalam jenis ini, investor akan berinvestasi di pasar uang dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.
Instrumen investasi yang dapat dipilih meliputi deposito berjangka, sertifikat deposito, surat berharga pasar uang, dan instrumen lainnya.
Jenis reksa dana ini memiliki risiko yang paling rendah jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Tujuan utama dari reksa dana pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana pendapatan tetap atau fixed income fund adalah jenis reksa dana yang sangat populer di kalangan investor. Namun, jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar uang.
Dengan memilih reksa dana pendapatan tetap, investor akan mengalokasikan dana mereka dalam bentuk efek utang atau obligasi dengan minimal 80% dari total portofolio. Tujuan dari instrumen ini adalah untuk memberikan return dengan tingkat yang stabil.
3. Reksa Dana Campuran
Pernah mendengar istilah balance mutual fund? Ini adalah sebutan untuk jenis reksa dana campuran. Dalam investasi ini, investor akan mengalokasikan dana mereka ke dalam berbagai portofolio, sesuai dengan nama jenisnya.
Ketika memilih reksa dana campuran, kamu bisa menggabungkan saham dengan obligasi atau instrumen investasi lainnya. Tujuan dari jenis investasi ini adalah untuk pertumbuhan harga dan pendapatan.
Dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap, tingkat pengembalian investasi ini relatif lebih tinggi, meskipun risikonya bersifat moderat.
4. Reksa Dana Saham
Saham sudah bukan lagi istilah asing, karena sering dibicarakan di banyak kalangan. Jika kamu memilih reksa dana untuk investasi awal, jenis reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat.
Artinya, dana yang dikeluarkan akan diinvestasikan dalam bentuk saham dengan minimal 80% dari total portofolio.
Memang benar bahwa tingkat return yang diberikan sangat tinggi. Namun, perlu diingat bahwa return yang tinggi juga diimbangi dengan risiko yang tinggi. Reksa dana saham bertujuan untuk menjaga pertumbuhan harga dalam jangka panjang.
Dana Investasi Reksa Dana Minimal
Tentunya, setiap jenis investasi memerlukan modal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan investor. Jika kamu tertarik untuk memulai investasi reksa dana, ada batas minimal dana investasi yang perlu diketahui.
Reksa dana merupakan jenis investasi yang dapat dimulai dengan dana terbatas atau modal minim.
Bahkan, hanya dengan uang sebesar Rp100 ribu, kamu sudah bisa mulai berinvestasi. Ada juga beberapa yang menawarkan reksa dana dengan minimal dana hanya Rp10 ribu.
Dengan besaran dana minimal yang terjangkau tersebut, kamu bisa langsung memulai investasi tanpa perlu menunggu memiliki modal besar.
Daftar Biaya Reksadana
Sebelum memulai investasi reksa dana, penting untuk mengetahui berbagai biaya yang mungkin timbul. Berikut adalah daftar biaya reksadana yang perlu kamu pertimbangkan.
1. Biaya Top Up
Dalam investasi reksa dana, terdapat beberapa biaya yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah biaya top up. Biaya ini dikenakan ketika investor ingin menambah dana ke dalam investasi reksa dana mereka.
Besaran biaya top up ini bervariasi, mulai dari Rp100 ribu, dan biasanya dikenakan sebesar 1% dari jumlah dana yang akan disetorkan.
Sebagai contoh, jika kamu menambah dana sebesar Rp500 ribu, maka biaya top up yang dikenakan adalah 1%, yaitu Rp5 ribu, sehingga dana yang akan masuk ke dalam rekening reksa dana kamu adalah Rp495 ribu.
2. Biaya Subscription
Bagi kamu yang baru pertama kali membeli reksa dana, kamu akan dikenakan biaya subscription. Biaya ini biasanya sebesar 2,5% dari total dana yang ingin diinvestasikan.
Misalnya, jika kamu berencana untuk berinvestasi dengan modal Rp500 ribu, maka biaya subscription yang akan dikenakan adalah Rp12.500, sehingga dana yang akan diinvestasikan menjadi Rp487.500.
3. Biaya Redemption
Biaya redemption adalah biaya yang harus dibayarkan jika kamu ingin menjual reksa dana yang sudah kamu miliki.
Biaya ini dibayarkan kepada manajer investasi atau agen penjual reksa dana dan besarnya bervariasi antar manajer investasi, umumnya antara 1% hingga 1,5%.
Sebagai contoh, jika kamu ingin menjual reksa dana senilai Rp2 juta, maka biaya redemption yang dikenakan sebesar Rp20 ribu (1% dari Rp2 juta). Dengan demikian, kamu akan menerima dana sebesar Rp1.980.000.
Sebaiknya, sebelum memulai investasi reksa dana, tanyakan terlebih dahulu soal biaya redemption ini kepada manajer investasi, karena ada beberapa manajer investasi yang tidak mengenakan biaya redemption, sehingga dana yang diterima akan utuh.
4. Biaya Kustodian
Dalam investasi reksa dana, ada bank kustodian yang bertugas mengelola berbagai aspek keuangan reksa dana, baik untuk investor individu maupun perusahaan. Bank kustodian ini akan mengenakan biaya tahunan yang disebut biaya kustodian.
Biaya ini digunakan untuk menutupi berbagai layanan yang diberikan oleh bank kustodian, seperti administrasi, penyimpanan, dan pengawasan aset reksa dana.
Biaya kustodian ini wajib dibayarkan bersamaan dengan biaya manajer investasi setiap kali membeli reksa dana.
5. Biaya Transfer Antar Bank
Jika kamu pernah melakukan transfer antar bank, maka kamu juga akan mengenal biaya transfer antar bank dalam konteks investasi reksa dana.
Biaya ini dikenakan ketika kamu mentransfer uang ke rekening kustodian yang berbeda bank dari bank asal yang kamu gunakan.
Besar biaya transfer antar bank ini bervariasi, mulai dari Rp3.500 hingga Rp7.500, tergantung pada kebijakan masing-masing bank serta tipe transfer yang digunakan.
Kelebihan Reksa Dana
Siapa bilang anak muda tidak bisa berinvestasi? Jika kamu tertarik memulai, pastikan kamu memahami reksa dana dan biaya reksa dana di platform seperti Bibit sebelum memilih tempat investasi.
Perlu dicatat, biaya reksa dana di Bareksa bisa berbeda, jadi penting untuk mencari informasi terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan pemula.
Kenapa harus reksa dana? Pertanyaan ini sering muncul, dan memang penting untuk dipikirkan sebelum menginvestasikan uang demi mendapatkan keuntungan.
Ada beberapa alasan mengapa reksa dana cocok untuk pemula, termasuk anak muda yang belum berpengalaman dalam dunia investasi, antara lain:
1. Mulai dengan Modal Minim
Investasi tidak selalu membutuhkan modal besar. Saat ini, ada banyak pilihan investasi yang bisa dimulai meski dengan dana terbatas. Salah satu keunggulan reksa dana adalah kamu bisa mulai dengan modal kecil.
Dengan hanya Rp100 ribu, kamu sudah bisa membeli unit penyertaan reksa dana. Ini jauh lebih baik daripada menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak produktif, seperti kopi kekinian.
Dengan investasi tersebut, kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Uang yang diinvestasikan tidak akan habis sia-sia, bahkan bisa berkembang seiring waktu.
2. Beragam Pilihan Jenis Investasi
Reksa dana menawarkan berbagai jenis pilihan yang memungkinkan kamu untuk memilih instrumen investasi sesuai dengan kemampuan modal dan pengetahuanmu.
Bagi pemula, jenis investasi dengan risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang yang berisi deposito atau obligasi, sangat cocok.
Instrumen ini memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun, sehingga return yang didapatkan juga cepat. Namun, semakin rendah risikonya, semakin kecil pula return yang bisa diperoleh.
3. Keuntungan dari Diversifikasi Investasi
Siapa pun bisa berinvestasi dalam reksa dana meski tidak memiliki pengetahuan mendalam atau waktu yang banyak. Manajer investasi yang berkompeten akan membantu menghimpun dan mengelola dana dari para investor.
Dana tersebut akan ditempatkan pada berbagai instrumen investasi dengan persentase yang berbeda. Proses pembagian dana ini dikenal dengan istilah diversifikasi investasi.
Keuntungannya, kamu tidak hanya mengandalkan satu sumber, tetapi beberapa sumber yang berbeda sesuai dengan instrumen yang dipilih. Diversifikasi ini juga membantu mengurangi risiko kerugian apabila terjadi penurunan harga pada instrumen tertentu.
4. Minim Kesalahan dengan Bantuan Ahli Investasi
Alasan lainnya mengapa reksa dana menjadi pilihan yang baik adalah karena minimnya kemungkinan kesalahan. Dalam hal ini, kamu tidak perlu terjun langsung karena ada manajer investasi yang akan mengelola dana kamu.
Mereka biasanya memiliki keahlian dan kompetensi tinggi dalam bidang ini, serta menggunakan analisis investasi yang tepat.
Dengan demikian, meski kamu berinvestasi, kamu tetap bisa fokus pada pekerjaan atau bisnis yang sedang dijalankan.
Sementara itu, urusan investasi akan ditangani oleh ahli yang berpengalaman, sehingga kamu hanya perlu menunggu hasil atau return dari dana yang telah kamu investasikan.
Sebagai penutup, memahami berbagai biaya reksadana adalah langkah awal yang penting sebelum memulai investasi, agar kamu bisa mengelola dana dengan lebih bijak dan maksimal.