biaya asuransi kesehatan

Daftar Lengkap Biaya Asuransi Kesehatan sesuai Jenisnya

Daftar Lengkap Biaya Asuransi Kesehatan sesuai Jenisnya
Daftar Lengkap Biaya Asuransi Kesehatan

Biaya asuransi kesehatan menjadi hal yang perlu dipahami jika kamu berencana untuk membeli produk asuransi jenis ini.

Sebagaimana kita ketahui, asuransi merupakan salah satu langkah untuk memberikan perlindungan bagi diri sendiri, keuangan, masa depan, serta orang-orang yang kita sayangi.

Tujuan utama dari asuransi adalah memberikan perlindungan, tak peduli jenis asuransi yang dipilih.

Bagi kamu yang tertarik membeli produk asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, berikut adalah informasi mengenai biaya asuransi kesehatan yang perlu kamu perhatikan.

Sekilas tentang Asuransi Kesehatan

Pada dasarnya, asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang meliputi biaya untuk layanan medis, tindakan bedah atau operasi, serta perawatan kesehatan lainnya.

Pemegang polis asuransi ini juga akan mendapatkan jaminan dari perusahaan asuransi apabila terjadi kecelakaan, yang berarti asuransi kesehatan akan menanggung biaya perawatan yang diperlukan.

Manfaat Asuransi Kesehatan

Tentunya, seseorang tidak akan membeli produk asuransi kesehatan tanpa memahami terlebih dahulu manfaat yang akan diperoleh. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan:

  • Tidak perlu khawatir mengenai biaya ketika sakit
  • Tidak memberatkan keluarga
  • Mendapatkan perawatan yang sesuai dan tepat

Jenis Asuransi Kesehatan

Seiring dengan perkembangan industri, berbagai jenis asuransi kesehatan pun semakin beragam. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat serta inovasi dari perusahaan-perusahaan asuransi. 

Saat ini, terdapat sekitar 12 jenis asuransi kesehatan, berikut adalah daftar dan penjelasannya:

1. Asuransi Kesehatan Wajib

Jenis pertama adalah asuransi kesehatan wajib. Asuransi ini merupakan produk kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, di mana setiap warga negara diwajibkan untuk ikut serta. 

Salah satu contohnya adalah BPJS Kesehatan, yang mewajibkan seluruh warga Indonesia untuk menjadi pesertanya.

2. Asuransi Kesehatan Sukarela

Berbeda dengan asuransi wajib, asuransi kesehatan sukarela memberikan kebebasan kepada individu untuk memilih apakah ingin ikut serta atau tidak. Asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan swasta termasuk dalam kategori ini.

3. Asuransi Kesehatan Rawat Inap

Asuransi kesehatan rawat inap adalah jenis asuransi yang memberikan manfaat berupa penggantian biaya terkait pengobatan rawat inap (in-patient) di rumah sakit untuk para nasabahnya.

4. Asuransi Kesehatan Rawat Jalan

Asuransi kesehatan rawat jalan adalah produk asuransi yang memberikan penggantian biaya untuk rawat jalan sebagai salah satu manfaat pertanggungannya. 

Tindakan yang termasuk dalam rawat jalan yang dicover adalah diagnosis, perawatan gigi, rehabilitasi, dan pengobatan di rumah sakit atau oleh dokter umum di luar rawat inap.

5. Asuransi Kesehatan Personal

Asuransi kesehatan personal adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan untuk individu atau perseorangan. Kamu dapat memilih plan yang sesuai dengan kebutuhan dan risiko kesehatanmu.

6. Asuransi Kesehatan Kelompok

Berbeda dengan asuransi kesehatan personal yang ditujukan untuk individu, asuransi kesehatan kelompok dirancang untuk memberikan perlindungan bagi kelompok orang.

Biasanya, asuransi ini ditawarkan oleh perusahaan untuk melindungi karyawan dan keluarganya.
Berbeda dengan asuransi individu, untuk jenis asuransi kelompok, pendaftaran dilakukan secara kolektif, misalnya minimal 3 atau 5 orang. Premi asuransi kesehatan kelompok umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan polis asuransi kesehatan personal.

7. Asuransi Kesehatan Tanggungan Total

Asuransi kesehatan tanggungan total adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan untuk seluruh biaya pengeluaran yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan bagi tertanggung.

8. Asuransi Kesehatan Tanggungan Tinggi Saja

Selain tanggungan total, ada juga asuransi kesehatan tanggungan tinggi saja yang hanya menanggung biaya layanan kesehatan tertanggung yang memiliki biaya tinggi. Dengan demikian, asuransi ini tidak akan mencakup biaya rawat jalan dari tertanggung.

9. Asuransi Kesehatan Murni

Asuransi kesehatan murni hanya memberikan perlindungan untuk kesehatan tanpa manfaat tambahan lainnya. Jenis ini berbeda dengan asuransi kesehatan unit link yang menyertakan manfaat investasi bagi pesertanya.

10. Asuransi Kesehatan Unit Link

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, asuransi kesehatan unit link adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan kesehatan sekaligus keuntungan dari hasil investasi. 

Sebagian dari premi yang dibayarkan oleh nasabah akan dialokasikan untuk investasi di berbagai perusahaan, dan keuntungan dari investasi tersebut akan dibagikan sebagian kepada nasabah.

11. Asuransi Kesehatan Reimbursement

Asuransi kesehatan reimbursement menerapkan sistem "talang" dalam menanggung risiko kesehatan pesertanya. 

Jika kamu terdaftar dalam asuransi jenis ini dan harus dirawat inap, kamu perlu membayar biaya perawatan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mengajukan klaim ke perusahaan asuransi.

Jika semua persyaratan terpenuhi, biaya yang sudah kamu bayar akan diganti oleh pihak asuransi, baik seluruhnya atau sebagian, sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi kesehatan yang kamu miliki.

12. Asuransi Kesehatan Cashless

Berbeda dengan sistem reimbursement, asuransi kesehatan cashless memungkinkan kamu untuk mendapatkan pertanggungan tanpa harus membayar biaya perawatan medis terlebih dahulu. 

Biaya perawatan akan dibayar langsung oleh perusahaan asuransi selama polismu masih aktif. Sebagai nasabah, kamu hanya perlu menunjukkan kartu asuransi ke rumah sakit untuk menikmati manfaat pertanggungan tersebut.

Jenis Biaya Asuransi Kesehatan

Selain premi asuransi, ada juga biaya-biaya lain yang dapat dikenakan pada asuransi kesehatan, terutama pada jenis asuransi unit link. Biasanya, biaya-biaya asuransi kesehatan ini terkait dengan pengelolaan asuransi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut.

1. Biaya Akuisisi

Biaya akuisisi adalah biaya yang dikenakan pada produk asuransi unit link, dengan jumlah yang bervariasi antara produk satu dengan lainnya. Besaran biaya ini dihitung berdasarkan persentase tertentu dari premi dasar unit link.

Meskipun persentasenya terbilang cukup besar, jumlah biaya ini akan menurun setiap tahunnya. Pemegang polis diharuskan membayar biaya ini selama periode 3 hingga 5 tahun.

2. Biaya Polis

Biaya polis dikenakan untuk berbagai aktivitas yang terkait dengan polis asuransi, seperti percetakan, penjilidan, pengemasan, hingga pengiriman polis kepada pemegang polis yang sah.

Selain itu, ada juga biaya meterai yang biasanya termasuk dalam biaya polis. Meterai diperlukan untuk keabsahan hukum, dan biaya ini hanya dibayar sekali, yaitu pada saat penerbitan polis.

Jumlah biaya ini bisa berbeda antara perusahaan asuransi yang satu dengan lainnya.

3. Biaya Administrasi

Seperti halnya perjanjian lainnya, asuransi juga memiliki biaya administrasi. Biaya ini digunakan untuk layanan operasional yang diberikan kepada pemegang polis.

Layanan administrasi ini mencakup notifikasi tagihan jatuh tempo, penerimaan polis via telepon, layanan informasi saldo investasi, dan lain-lain. Biaya administrasi ini cukup bervariasi, namun umumnya masih terjangkau.

4. Biaya Asuransi (Cost of Insurance)

Biaya asuransi umumnya dikenal sebagai premi asuransi. Perusahaan penyedia asuransi, melalui aktuaria, sudah menghitung dana yang akan digunakan untuk membayar manfaat dari jenis asuransi yang dipilih oleh pembeli jika tertanggung menghadapi risiko.

Pada produk asuransi syariah, biaya ini disebut dana tabarru, yang berarti dana tolong-menolong. Untuk akadnya, menggunakan akad hibah antara peserta asuransi.

5. Biaya Pengelolaan Investasi

Saat ini, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan manfaat investasi. Ketika memilih produk asuransi ini, pemegang polis perlu membayar biaya pengelolaan investasi.

Mengelola investasi bukanlah hal yang mudah, sehingga perusahaan asuransi bekerja sama dengan bank kustodi untuk menyimpan dana investasi tersebut.

Oleh karena itu, terdapat biaya pengelolaan investasi yang dapat mencapai hingga 5% per tahun dari dana yang dikelola.

6. Biaya Penarikan Dana (Withdrawal Fee)

Dalam beberapa kondisi, pemegang polis mungkin perlu menarik dana. Apapun alasan penarikan, mereka tetap akan dikenakan biaya yang berkisar antara 1 hingga 5% dari jumlah dana yang ditarik.

Biaya ini dikenakan oleh perusahaan asuransi agar pemegang polis tidak sembarangan menarik dana yang telah mereka setorkan, mendorong mereka untuk berpikir dua kali sebelum melakukan penarikan dana.

7. Biaya Pengalihan Dana (Switching)

Biaya pengalihan dana hanya dikenakan jika pemegang polis berniat untuk mengalihkan dana investasinya. 

Biaya ini biasanya berlaku untuk asuransi unit link, di mana pemegang polis memiliki opsi untuk memindahkan dana investasinya, namun harus membayar biaya pengalihan dana.

8. Biaya Pembatalan Polis

Pemegang polis memiliki hak untuk membatalkan polis dalam jangka waktu tertentu. Namun, tindakan ini akan dikenakan biaya pembatalan polis.

Agar polis tetap aktif tanpa pembatalan, sangat penting bagi pemegang polis untuk mempelajari dengan cermat jenis asuransi yang dipilih, memahami manfaat, risiko, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk polis yang dimiliki.

9. Biaya Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan adalah biaya yang jarang terdengar dan biasanya dikenakan pada asuransi yang memiliki biaya akuisisi, seperti premi tunggal.

10. Biaya Redemption/Surrender

Biaya redemption atau surrender serupa dengan biaya pembatalan polis. Jika kamu berniat untuk membatalkan atau menutup polis di awal tahun berjalan, biaya yang dikenakan biasanya cukup besar.

11. Biaya Asuransi Tambahan

Kadang-kadang, pemegang polis ingin menambah manfaat pada polis yang dimiliki. Setiap asuransi yang menawarkan manfaat tambahan, yang sering disebut rider, akan mengharuskan pemegang polis untuk membayar biaya tambahan tersebut.

Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Untuk mendapatkan produk proteksi kesehatan terbaik, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Menyediakan metode klaim cashless
  • Memiliki jaringan rumah sakit yang luas
  • Premi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
  • Menawarkan asuransi kesehatan murni
  • Manfaat yang diberikan

Sebagai penutup, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, kamu bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan memahami dengan jelas biaya asuransi kesehatan yang akan dikeluarkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index