JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperluas kolaborasi dengan pelaku industri kecantikan melalui dukungan terhadap pengembangan ekosistem Beyoutiful.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya BNI untuk memahami kebutuhan pelaku usaha di industri kecantikan sekaligus menghadirkan solusi finansial yang mendukung aktivitas transaksi, pengembangan bisnis, dan digitalisasi.
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan, BNI ingin mengambil peran sebagai mitra finansial bagi pelaku usaha kecantikan dalam berbagai tahap pengembangan bisnis.
“Kami ingin menjadi mitra yang memahami kebutuhan bisnis dan menyediakan solusi yang relevan, sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Alexandra dari Sumbernya dalam siaran pers, Minggu (13/9/2026).
Menurut dia, dukungan BNI terhadap ekosistem industri kecantikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transaksi, tetapi juga mencakup pengembangan usaha dan digitalisasi.
Hal tersebut sejalan dengan kolaborasi BNI bersama Beyoutiful yang diwujudkan melalui dukungan terhadap BNI Beyoutiful Symphony Festival (BSF) 2026.
Melihat potensi ekosistem industri kecantikan Pendiri Beyoutiful Aesthetic, Teuku Adifitrian atau dr. Tompi, mengatakan, pengembangan ekosistem kecantikan membutuhkan kolaborasi antara berbagai pelaku industri.
Menurut Tompi, BNI melihat potensi acara dan ekosistem Beyoutiful untuk terus berkembang.
Hal itu membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua pihak.
“BNI melihat potensi acara ini dan ekosistemnya untuk terus berkembang. Kami senang bisa mengembangkan kolaborasi ini secara serius bersama BNI,” kata Tompi dari Sumbernya.
Ia menjelaskan, Beyoutiful tidak hanya berfokus pada layanan kecantikan, tetapi juga ingin membangun ekosistem beauty yang lebih holistik.
“Intinya kami ingin masyarakat mendapat informasi yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu, sekaligus membangun ekosistem beauty secara lebih holistik,” terang Tompi dari Sumbernya.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi BNI untuk semakin memahami kebutuhan pelaku usaha kecantikan, baik dalam aktivitas transaksi maupun pengembangan bisnis.
Di sisi lain, pelaku industri kecantikan memperoleh peluang untuk terhubung dengan layanan finansial yang mendukung kebutuhan usaha mereka.
Melalui kolaborasi dengan BNI, pengembangan ekosistem tersebut juga mencakup peluang pemanfaatan layanan finansial untuk mendukung aktivitas pelaku usaha dan konsumen.
Perluas akses informasi kesehatan dan estetika Tompi mengatakan, BNI BSF 2026 dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan estetika berbasis keilmuan.