Holding Ultra Mikro BRI Dorong Jutaan Debitur Naik Kelas

Holding Ultra Mikro BRI Dorong Jutaan Debitur Naik Kelas
Warga melintas di salah satu kantor cabang BRI di Jakarta. ( sumber : net )

JAKARTA - Lima tahun setelah dibentuk, Holding Ultra Mikro yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani telah melayani 33,8 juta debitur aktif hingga akhir kuartal II-2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2,3 juta debitur tercatat telah naik kelas ke segmen usaha dengan akses pembiayaan yang lebih luas.

Holding UMi dibentuk pada 13 September 2021 dengan mengintegrasikan kekuatan ketiga entitas untuk memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Integrasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pembiayaan, tetapi juga mencakup simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha hingga pembentukan aset melalui ekosistem emas.

Hingga akhir kuartal II-2026, ekosistem tersebut juga mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Adapun dari sisi infrastruktur, Holding UMi memiliki lebih dari 15.100 kantor yang berasal dari jaringan BRI, Pegadaian, dan PNM serta didukung lebih dari 74.000 tenaga pemasar.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut menunjukkan manfaat dari integrasi tiga entitas yang memiliki karakteristik bisnis berbeda.

BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sedangkan PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro.

“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas,” ujar Hery dari Sumbernya, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, integrasi tersebut memungkinkan nasabah mendapatkan layanan sesuai dengan tahapan perkembangan usahanya.

Pelaku usaha yang berada pada tahap awal dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian beralih ke pembiayaan dengan kapasitas yang lebih besar seiring dengan pertumbuhan usahanya.

Hery mengatakan ukuran keberhasilan Holding UMi tidak hanya dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan ekosistem tersebut menciptakan mobilitas ekonomi bagi nasabah.

Hingga kuartal II-2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas.

Perpindahan tersebut mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen ultra mikro menuju akses terhadap layanan dan pembiayaan yang lebih luas.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan,” kata Hery dari Sumbernya.

Selain memperluas akses pembiayaan, Holding UMi mulai memperkuat sisi penghimpunan dana dan pembentukan aset masyarakat.

Salah satunya melalui pengembangan ekosistem emas yang berada di bawah Pegadaian.

Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi telah mencapai sekitar 153 ton.

Ekosistem tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital hingga bullion services.

Pengembangan ekosistem emas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan.

Masyarakat yang sebelumnya berfokus pada kebutuhan modal usaha secara bertahap diarahkan untuk membangun simpanan, memperkuat ketahanan keuangan, sekaligus memiliki aset.

Memasuki tahun kelima, Hery menyebut Holding UMi akan memasuki fase berikutnya dengan fokus memperdalam manfaat integrasi bagi masyarakat.

Menurut dia, skala ekosistem yang telah terbentuk menjadi fondasi untuk memperluas dampak ekonomi dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index