Rupiah Dibuka Melemah Tipis Rp 17.512 Per Dollar AS

Rupiah Dibuka Melemah Tipis Rp 17.512 Per Dollar AS
ilustrasi kurs rupiah terhadap dollar AS. ( sumber : net )

JAKARTA - Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah tertekan 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada pada level Rp 17.511 per dollar AS.

Sementara, indeks dollar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03 persen ke posisi 98,784.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan mengatakan, untuk perdagangan hari ini (10/9/2026), rupiah bakal diwarnai sentimen yang saling bertolak belakang.

Menurutnya, rupiah akan menghadapi tarik-menarik antara pelemahan dollar AS dan kenaikan harga minyak dan yield US Treasury.

Dari kawasan global, posisi DXY yang berada mendekati level terendah dua pekan masih memberi ruang penguatan bagi rupiah.

Namun, lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi AS serta menjaga sikap hawkish The Fed.

"Pasar besok juga akan menunggu PPI AS dan data jobless claims," ujar dari Sumbernya dikutip dari Kontan, Rabu (9/9/2026).

Kenaikan data inflasi produsen AS berisiko mengangkat kembali ekspektasi suku bunga The Fed, indeks dollar AS, serta yield US Treasury.

Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar cenderung lebih positif seiring peningkatan cadangan devisa Indonesia menjadi sekitar 146,5 miliar dollar AS.

Kebijakan stabilisasi Bank Indonesia (BI) dan rilis data penjualan ritel domestik turut menjadi bantalan penahan tekanan eksternal.

Melihat kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini.

"Saya memperkirakan USD/IDR bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 17.800 per dolar AS," kata dari Sumbernya.

Area Rp 17.500-Rp 17.600 menjadi level support bagi rupiah, sedangkan Rp 17.700-Rp 17.800 bertindak sebagai area resistance.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index