Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun dan Tumbuh 16,2 Persen di Kuartal II

Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun dan Tumbuh 16,2 Persen di Kuartal II
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI pada kuartal II/2026 menyalurkan kredit senilai Rp1.646 triliun atau tumbuh 16,2% secara tahunan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan pertumbuhan kredit mencerminkan intermediasi BRI yang tetap solid dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Capaian tersebut juga menunjukkan hasil dari agenda transformasi yang secara konsisten dijalankan.

“Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI.

Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas,” ujarnya dari Sumbernya pada taklimat media virtual di Jakarta, baru-baru ini.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan aset BRI yang mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7%.

Dia menyebutkan kemampuan BRI untuk menyalurkan kredit ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun, meningkat 6,7% jika dibandingkan Rp1.482 triliun pada kuartal kedua di 2025.

Pertumbuhan DPK tersebut diikuti perbaikan struktur funding, tercermin dari rasio CASA yang meningkat dari 65,5% menjadi 67,6% pada periode yang sama.

Di tengah ekspansi kredit yang terus berjalan, BRI tetap menjaga kualitas pertumbuhan kredit.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di kuartal II tahun ini turun menjadi 2,9% dari 3% pada kuartal I/2026.

Perbaikan tersebut juga diikuti penurunan cost of credit dari 3,4% menjadi 3,1%, atau membaik sekitar 30 basis poin.

Hery mengatakan BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan ekspansi tersebut menghasilkan kualitas aset dan profitabilitas yang berkelanjutan.

“Growth is back, strong.

Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan,” tuturnya dari Sumbernya.

Dengan fundamental yang kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ini ke depan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta menjaga keseimbangan antara growth, profitability, dan sustainability, sehingga BRI dapat terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index