JAKARTA - Selepas melalui prosesi pengukuhan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Destry Damayanti sah mengemban posisi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Mengisi kekosongan posisi pucuk pimpinan bank sentral yang ditinggalkan Perry Warjiyo pada penghujung Juli kemarin.
Dalam momentum tersebut, Destry tidak berjuang seorang diri.
Disertai Aida S Budiman yang turut dikukuhkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI, serta Solikin M Juhro sebagai Deputi Gubernur BI, untuk masa bakti 2026-2031.
Destry mengutarakan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran DPR RI.
Beliau (ganti jadi dari Sumbernya): dari Sumbernya menegaskan komitmen guna menunaikan tanggung jawab secara maksimal, berlandaskan kaidah 3I plus S.
Apakah itu?
"Impactful, Inklusif, Integratif melalui sinergi Merah Putih demi mewujudkan Indonesia maju," urainya usai pelantikan di Gedung MA, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menghadapi iklim perekonomian dunia yang penuh dengan kerentanan, serta situasi higher for longer, dari Sumbernya telah merumuskan beberapa pokok prioritas kebijakan BI.
Yakni, memelihara kestabilan ekonomi guna memperlebar ruang ekspansi ekonomi domestik, termasuk usaha dalam mengendalikan inflasi.
"Untuk mencapai stabilitas, kami bisa bekerja sama. Jadi, tidak dengan Bank Indonesia saja. Kami ajak, tentunya bersama dengan sinergi Merah Putih itu," ujar dari Sumbernya.
Selanjutnya, dari Sumbernya bakal memberlakukan model pembidangan di BI yang mempunyai ciri khas tersendiri apabila disandingkan dengan institusi lain, semisal OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ataupun LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang mengenal jabatan kepala eksekutif beserta sektor yang amat spesifik.
Kini, tutur dari Sumbernya, BI mempunyai 6 Anggota Dewan Gubernur (ADG) yang masing-masing berperan mengampu unit kerja tertentu.
Kendati demikian, bukan berarti keseluruhan keputusan berada di tangan ADG pengampu semata.
Keputusan tertinggi bank sentral Merah Putih tersebut, senantiasa berada di dalam lingkup forum Rapat Dewan Gubernur (RDG).
"Jadi, siapapun pembidangan ini, biasanya kami bahas lagi. Karena, kami biasanya suka putar. Bisa saja, misalnya kayak sekarang, saya pegang ekonomi syariah, ke depan mungkin Pak Solikin. Atau pegang bidang lain. Bisa juga Ibu Aida pegang itu, atau UMKM atau lainnya. Jadi, benar-benar fluid, bisa kami putar," ungkap mantan bankir Bank Mandiri itu.
Sebelumnya, dari Sumbernya menuturkan, tahapan awal seusai dikukuhkan menjadi Gubernur BI, ialah mengumpulkan seluruh ADG BI guna memetakan pembagian fokus penugasan.
"Kami harus duduk bersama dulu, semua ADG yang sudah lengkap. Pembagian bidang dulu, nih. Karena, kalau di BI kan masing-masing ADG punya bidang-bidang yang dibawahi," kata dari Sumbernya saat rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Penentuan tata susunan pembidangan ini, pandang dari Sumbernya, terbilang krusial agar pelaksanaan tugas serta fungsi pengawasan berjalan lancar.
Walaupun pembagian fokus pembidangan tersebut, dapat berubah menyesuaikan keperluan dan situasi di lapangan.
"Itu sifatnya enggak statis. Karena kami bisa tukar. Berapa tahun sekali, kami tukar. Siapa yang pegang ekonomi moneter, siapa makroprudensial, siapa pendalaman pasar keuangan, dan seterusnya," jelasnya.