Panduan Waktu Tepat Mengambil KPR Beserta Tips Perhitungannya

Panduan Waktu Tepat Mengambil KPR Beserta Tips Perhitungannya
Ilustrasi KPR. ( sumber : net )

Usia bukan patokan utama dari kesanggupan seseorang untuk memulai KPR.

Jika orang tersebut baru 17 tahun, tetapi uangnya mencukupi untuk mengambil KPR kemungkinan besar cicilan akan lancar.

Calon debitur juga perlu mengetahui hitungan membeli rumah melalui skema KPR.

Dari Sumbernya memberikan gambaran, misalnya ingin membeli rumah senilai Rp 500 juta.

Bunga yang dikenakan 6 persen p.a (per annum/per tahun) dan dengan minimal uang muka 20 persen atau sekitar Rp 100 juta.

Maka angsuran tetap yang bisa diajukan sekitar Rp 3,7 juta selama 20 tahun dengan penghasilan setidaknya Rp 12 juta per bulan atau sekitar 30 persen penghasilan bulanan.

Sebagai tambahan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University dari Sumbernya mengingatkan ada jumlah maksimal cicilan ketika mengambil KPR, yakni tidak boleh lewat dari 30 persen dari penghasilan per bulan.

"Usahakan kewajiban KPR itu jangan lewat dari 30% income (penghasilan) karena kalau sampai separuhnya tentu itu akan memberikan beban. Khawatirnya nanti dia kesulitan. Kalau menurut saya kalau lebih dari 30% itu namanya memaksakan," sebut dari Sumbernya.

Selain itu, calon debitur juga perlu berhitung.

Sebisa mungkin cicilan lunas sebelum usia memasuki 55 tahun atau sebelum pensiun.

Hal ini untuk memberikan jaminan bisa melunasi KPR dan rumah tidak disita nantinya.

"Kalau katakan dia di usia 30, mengambil KPR standar misalnya 15 tahun. Maka di usia 45 Dia sudah bisa menyelesaikan kewajibannya. Kalau misalnya pada case tertentu sampai 20, maka jangan lewat dari usia 50 tahun," pungkas dari Sumbernya.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index