Bank Indonesia Kirim 32,5 Ton Bantuan Korban Gempa dan Pastikan Uang Layak Edar

Bank Indonesia Kirim 32,5 Ton Bantuan Korban Gempa dan Pastikan Uang Layak Edar
Bangunan rusak akibat gempa di Kabupaten Manggarai Timur. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyumbangkan 32,5 ton sumbangan kemanusiaan bagi para korban serta warga yang mengalami dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mencakup pula penduduk pada Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, serta Kabupaten Nagekeo.

Bantuan diedarkan lewat jalur udara berkat kerja sama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengemukakan bahwasanya kepedulian Bank Indonesia tidak berhenti sebatas pada fase penanganan darurat.

Kelak, Bank Indonesia bakal meneruskan sokongan lewat program pemulihan pascabencana serta pemberdayaan warga.

“Dukungan berkelanjutan ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang mengamanatkan Bank Indonesia menjalankan edukasi serta pemberdayaan masyarakat dan lingkungan untuk mendukung pelaksanaan tugas,” kata Denny dari Sumbernya, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Denny memaparkan bahwasanya pendistribusian dijalankan lewat tiga gelombang, di mana gelombang ketiga diserahterimakan serta diberangkatkan dari Museum Bank Indonesia pada hari ini.

Sumbangan gelombang ketiga yang dikirimkan hari ini sejumlah 14,3 ton, berwujud tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, serta makanan siap santap.

Bantuan disalurkan secara bertahap menyesuaikan fluktuasi keperluan pada tiap-tiap tahapan kedaruratan.

Gelombang pertama dikirimkan tanggal 24 Agustus 2026 sejumlah 8,5 ton, menitikberatkan pada keperluan mendesak pascakejadian berwujud obat-obatan, air minum dalam kemasan, makanan siap santap, serta sarana kebersihan diri.

Sumbangan gelombang kedua dikirimkan tanggal 27 Agustus 2026 sejumlah 9,7 ton berwujud bahan pangan pokok serta air minum dalam kemasan.

Langkah ini diproyeksikan mampu mengambil bagian di dalam menopang ekspansi ekonomi berkesinambungan serta membentuk suasana kondusif terhadap penciptaan lapangan pekerjaan, mencakup pula pada wilayah yang tertimpa musibah.

Dari aspek ketersediaan pecahan uang Rupiah, pihak Bank Indonesia lewat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menjamin keperluan likuiditas lembaga keuangan pada daerah terdampak senantiasa tercukupi secara maksimal, mencakup pula lewat optimalisasi kas titipan di perbankan.

Bank Indonesia turut berkolaborasi bersama TNI Angkatan Laut melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) demi menjangkau penyediaan uang layak edar pada daerah yang susah dijangkau, yakni Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, serta Pulau Lamalera.

Denny mengutarakan bahwasanya guna meredam potensi lonjakan inflasi pascabencana, Bank Indonesia senantiasa berkoordinasi secara erat bersama Pemda.

Pola penanggulangan inflasi dipusatkan ke arah upaya memelihara ketahanan stok komoditas bahan pokok penting serta kestabilan harga seturut dinamika di lapangan.

Pada momen tersebut, Bank Indonesia turut menyampaikan penghargaan kepada BNPB, TNI AU, Pemprov NTT, serta seluruh rekanan penyedia logistik yang bergerak bersama di lapangan.

"Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi yang terjalin dapat terus dijaga untuk mendukung masyarakat NTT agar segera bangkit dan pulih pascabencana," tutupnya dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index