BTN Salurkan KPR Subsidi Capai Rp 240,99 Miliar di Jambi

BTN Salurkan KPR Subsidi Capai Rp 240,99 Miliar di Jambi
Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendorong peningkatan kualitas dan keterhunian rumah subsidi seiring dengan perluasan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Provinsi Jambi.

BTN menilai rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak hanya harus terjangkau, tetapi juga layak, nyaman, aman, sehat, serta didukung lingkungan yang baik.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Seremonial Akad Massal KPR BTN Bersubsidi di Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Bersama LIP House, BTN memfasilitasi akad KPR subsidi bagi 250 debitur yang langsung menerima kunci rumah untuk segera dihuni.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar dari Sumbernya mengatakan, rumah memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar bangunan fisik.

Rumah menjadi tempat interaksi keluarga sekaligus ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan membentuk karakter.

“Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik,” ujar Hirwandi dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).

Menurut Hirwandi, salah satu tantangan dalam mengurangi backlog perumahan adalah mempertemukan data peminatan masyarakat dengan ketersediaan lahan dan pasokan hunian di lokasi yang sesuai.

Karena itu, BTN mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pengembang agar pembangunan rumah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keterhunian rumah FLPP Jambi capai 95,07 persen

Peningkatan penyaluran FLPP di Jambi juga ditopang tingkat keterhunian yang relatif tinggi.

Berdasarkan data BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Provinsi Jambi mencapai 95,07 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 94,02 persen.

Grand Citra Asri Pudak juga menjadi salah satu kawasan perumahan yang masuk dalam pemantauan BP Tapera bersama BTN KC Jambi pada Agustus 2026.

Wali Kota Jambi Maulana dari Sumbernya mengatakan kebutuhan hunian akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan urbanisasi.

Oleh karena itu, pembangunan perumahan perlu ditopang fasilitas dasar yang memadai.

“Kami berkomitmen akan membangun fasilitas dasarnya, yaitu pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga hal ini menjadi komitmen kami,” ujar Maulana.

Maulana juga menekankan pentingnya pengembangan perumahan yang sesuai tata ruang serta menghindari kawasan resapan maupun wilayah berpotensi banjir sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

LIP House: rumah bukan sekadar tempat tinggal

CEO LIP House Raymond Tanoto dari Sumbernya mengatakan, akad 250 KPR tersebut menjadi salah satu milestone bagi LIP House.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan perumahan tidak semata dilihat dari jumlah unit yang dibangun, tetapi juga dari jumlah masyarakat yang memperoleh rumah.

“Ini menjadi milestone bagi kami. Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru,” ujar Raymond.

Menurut Raymond, LIP House memilih Jambi karena melihat potensi wilayah tersebut ke depan.

Pengembangan hunian pun diarahkan untuk memberikan pengalaman tinggal yang didukung lokasi strategis dan fasilitas kawasan.

“Rumah bukan hanya tempat buat kami tinggal, tapi tempat kami benar-benar memulai hidup. Kami menyediakan lokasi yang dekat dengan fasilitas, ada fasilitas di dalam klaster, dan juga hospitality-nya,” kata Raymond.

Inovasi tersebut turut mengantarkan LIP House memperoleh penghargaan Outstanding Gen-Z Affordable Housing Innovation yang diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

BTN salurkan lebih dari 100.000 KPR FLPP

Sejumlah kebijakan pemerintah turut memperluas akses MBR terhadap hunian.

Kebijakan tersebut antara lain KPR FLPP dengan suku bunga tetap 5 persen sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rp 4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), serta berbagai insentif terkait PPN, BPHTB, dan PBG.

Sejak 1976, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah di Indonesia.

BTN Group saat ini menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar KPR nasional dan lebih dari 70 persen pangsa pasar KPR subsidi.

Sepanjang 2026, BTN Group telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP.

Sementara itu, di Jambi hingga Juni 2026, BTN telah membukukan 1.517 unit KPR dengan nilai plafon sekitar Rp 240,99 miliar.

Akad massal 250 KPR subsidi di Grand Citra Asri Pudak menjadi bagian dari upaya BTN memperluas akses kepemilikan rumah di Jambi.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan, BTN akan terus memperkuat penyaluran FLPP sekaligus mendorong agar rumah yang dibiayai berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index