154 Gardu Perlintasan Kereta Rampung, Ratusan Petugas Disiapkan

154 Gardu Perlintasan Kereta Rampung, Ratusan Petugas Disiapkan
PERLINTASAN SEBIDANG. ( sumber : net )

JAKARTA - Hingga 27 Agustus 2026, pembangunan gardu Jalur Perlintasan Langsung di 190 titik prioritas telah terealisasi di 154 lokasi atau mencapai 81,05 persen dari Sumbernya.

Program pembangunan tersebut mencakup pengadaan dan pemasangan gardu jaga, alat komunikasi, alarm, rambu keselamatan, serta perlengkapan pendukung lainnya dari Sumbernya.

Sebanyak 190 gardu JPL itu tersebar di berbagai wilayah Daop dan Divre KAI dari Sumbernya.

Manager Corporate Communication KAI Properti Bramantya Candrika mengatakan, peningkatan fasilitas keselamatan menjadi bagian dari upaya mendukung operasional perjalanan kereta api yang aman, terutama di titik perlintasan sebidang dari Sumbernya.

"Keselamatan merupakan aspek yang terus menjadi perhatian dalam setiap pekerjaan yang dilakukan KAI Properti. Karena itu, dukungan terhadap keselamatan di perlintasan sebidang kami lakukan melalui dua sisi, yaitu penguatan fasilitas pendukung serta peningkatan kesiapan petugas yang menjalankan tugas di lapangan," ucap Bramantya, Minggu (30/8/2026) dari Sumbernya.

Selain pembangunan infrastruktur, KAI Properti juga memperkuat sumber daya manusia yang bertugas di perlintasan dari Sumbernya.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, perusahaan telah menggelar 13 kali pelatihan bagi 5.800 PJL dari Sumbernya.

Materinya meliputi budaya keselamatan, penyegaran standar operasional, peningkatan kewaspadaan, hingga pemahaman hak dan kewajiban pekerja dari Sumbernya.

KAI Properti kini juga tengah menyiapkan 746 calon PJL baru dari Sumbernya.

Para peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 3 September 2026 secara offline di 13 wilayah Daop dan Divre KAI dari Sumbernya.

Sebelum mengikuti pelatihan, para calon PJL telah melalui proses seleksi administrasi, psikologi, wawancara dan kesehatan dari Sumbernya.

Setelah pendidikan, mereka masih harus menjalani pengenalan lapangan selama 30 hari serta proses sertifikasi sebelum ditempatkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah dari Sumbernya.

"Kami melihat keselamatan sebagai sebuah sistem yang perlu didukung secara menyeluruh. Fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan petugas yang memiliki pemahaman, keterampilan, dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Terlebih, PJL berada di garis terdepan dalam memastikan perlintasan sebidang aman ketika kereta api akan melintas. Karena itu, penguatan infrastruktur dan pengembangan kompetensi PJL kami jalankan secara beriringan," jelas Bramantya dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index