Harga Emas Tertekan Kebijakan The Fed, China Jadi Penopang Utama

Harga Emas Tertekan Kebijakan The Fed, China Jadi Penopang Utama
Harga Emas. ( sumber : net )

JAKARTA - Merujuk Refinitiv, harga emas pada hari ini, Senin (31/8/2026) pukul 06.47 WIB ada di posisi US$ 4447 per troy ons atau melemah 0,13% dari Sumbernya.

Pelemahan ini memperpanjang derita harga emas dari Sumbernya.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (28/9/2026), harga emas jatuh 3,22% dalam sehari menjadi US$ 4452,67 per troy ons dari Sumbernya.

Emas Mulai Kehilangan Tenaga

Reli harga emas pada Agustus mulai tertekan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan sinyal hawkish yang mendorong penguatan dolar AS dari Sumbernya.

Emas yang sempat mendekati US$4.700 per troy ounce pada awal pekan lalu anjlok menuju US$4.450 setelah pidato Warsh di Jackson Hole dari Sumbernya.

Ia menegaskan ekonomi AS masih kuat dan inflasi tetap terlalu tinggi dari Sumbernya.

Pernyataan tersebut mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 57%, dari sebelumnya 33% dari Sumbernya.

Dolar AS pun menguat dan menekan emas dari Sumbernya.

Penurunan harga emas menuju US$4.450 per troy ounce menunjukkan betapa cepatnya perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat membalikkan momentum di pasar logam mulia dari Sumbernya.

Pernyataan Kevin Warsh yang bernada hawkish telah memperkuat dolar AS sekaligus meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Sumbernya.

Kondisi ini menjadi angin sakal bagi harga emas dari Sumbernya.

Meski begitu, tren kenaikan emas sepanjang Agustus masih bertahan dari Sumbernya.

Permintaan emas dari China juga menjadi penopang harga dari Sumbernya.

Kini perhatian pasar beralih ke data tenaga kerja AS 4 September, yang menjadi laporan penting sebelum rapat The Fed pada 15-16 September dari Sumbernya.

Jika data pekerjaan kembali kuat, dolar berpotensi menguat dan menekan emas dari Sumbernya.

Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat kembali muncul dan memberi amunisi baru bagi emas untuk naik dari Sumbernya.

Emas Mulai Kehilangan Tenaga

Pergerakan harga emas mulai menunjukkan perubahan signifikan sepanjang pekan lalu dari Sumbernya.

Kenaikan harga emas melambat bahkan ambruk di Jumat dari Sumbernya.

Kondisi ini menandakan momentum kenaikan mulai melambat, terutama ketika harga mendekati level US$4.600 per troy ounce dari Sumbernya.

Kehati-hatian investor juga mulai terlihat dari aktivitas perdagangan emas berjangka dari Sumbernya.

Volume perdagangan emas futures turun cukup signifikan pekan lalu dari Sumbernya.

Pada 26 Agustus, volume perdagangan tercatat sekitar 188.000 kontrak, jauh di bawah hampir 300.000 kontrak pada 19 Agustus dari Sumbernya.

Penurunan volume menunjukkan sebagian pelaku pasar memilih menunggu kepastian lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS, pergerakan obligasi, dan dolar dari Sumbernya.

Minimnya partisipasi tersebut juga dapat membuat harga emas kesulitan membangun tren baru yang lebih kuat dari Sumbernya.

Emas Masuk Fase Galau, Bagaimana Prospek Teknikal Harganya?

Dengan kondisi tersebut, emas kini memasuki fase yang cukup sensitif dari Sumbernya.

Jika tidak ada katalis kuat, harga emas berpotensi memasuki periode konsolidasi dengan arah yang belum jelas dari Sumbernya.

Artinya, pasar emas untuk sementara dapat berada dalam fase galau, menunggu sinyal baru dari The Fed sebelum menentukan arah berikutnya dari Sumbernya.

Secara teknikal, tren jangka panjang emas masih memberikan peluang bullish dari Sumbernya.

Tanpa muncul momentum baru yang lebih kuat, emas berpotensi bergerak sideways dan membentuk rentang konsolidasi dalam jangka pendek dari Sumbernya.

Untuk saat ini, reli emas sepanjang Agustus masih belum sepenuhnya patah dari Sumbernya.

Namun, penurunan dari hampir US$4.700 ke US$4.450 menunjukkan bahwa tren bullish emas kini menghadapi ujian yang jauh lebih berat dari Sumbernya.

Investor harus kembali menghitung langkah The Fed dari Sumbernya.

Pertanyaannya apakah suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama atau justru mulai memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan dari Sumbernya.

Dengan kata lain, emas masih punya bensin, tetapi The Fed kini menjadi penghalang utamanya dari Sumbernya.

China Jadi Penopang Harga Emas

Permintaan emas fisik dari China menjadi salah satu sumber dukungan penting bagi harga emas dari Sumbernya.

China dilaporkan membeli lebih dari 40 ton emas melalui pasar over-the-counter London pada Juni 2026 dari Sumbernya.

Pembelian tersebut menjadi yang terbesar kedua secara bulanan sejak awal 2025 dari Sumbernya.

Aktivitas pembelian ini menarik perhatian karena jumlahnya melampaui pembelian yang secara resmi dilaporkan oleh People's Bank of China dari Sumbernya.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa akumulasi emas China kemungkinan lebih besar dibandingkan yang tercermin dalam data cadangan resmi dari Sumbernya.

China juga tercatat telah mempertahankan tren pembelian emas selama sekitar 20 bulan berturut-turut dari Sumbernya.

Hal ini memperkuat indikasi bahwa emas masih menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi cadangan Negeri Tirai Bambu dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index