JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp31,2 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Pencapaian laba tersebut melonjak 17,5% secara tahunan dari posisi sebelumnya yakni Rp26,53 triliun pada semester I-2025.
Berdasarkan bedah laporan keuangan yang diterbitkan melalui media massa, performa topline BRI ikut memacu perolehan positif tersebut.
Angka pendapatan bunga terpantau menyentuh Rp107,92 triliun, atau mengalami kenaikan 5,41% secara tahunan.
Di sisi lain, pos beban bunga sukses diredam dengan penurunan sebesar 5,87% secara tahunan hingga menjadi Rp27,39 triliun.
Berikutnya, pos pendapatan bunga bersih serta pemasokan dari sektor jasa asuransi terkerek naik 10,13% secara tahunan menjadi Rp81,18 triliun sepanjang enam bulan awal tahun ini.
Bergeser pada fungsi intermediasi perbankan, akumulasi kredit serta pembiayaan BRI secara konsolidasian tercatat bertumbuh 16,2% secara tahunan hingga mencapai Rp1.646 triliun.
Porsi komposisi kredit usaha mikro kecil dan menengah mendominasi di angka 75,1%, dengan nominal yang bertambah 8,6% secara tahunan.
Sejalan dengan dinamika tersebut, rasio kredit bermasalah bruto terkoreksi turun ke level 3,15% sementara rasio kredit bermasalah neto bergerak naik ke posisi 1,04%.
Sementara itu, himpunan dana pihak ketiga dilaporkan berada pada kisaran Rp1.581 triliun, mengalami peningkatan 6,7% secara tahunan selama setengah tahun pertama tahun 2026.
Komposisi dana murah tercatat menyentuh persentase 67,6%, dengan torehan pertumbuhan mencapai 10,1% secara tahunan.
Terakhir, total kepemilikan aset BRI terkalkulasi naik menjadi Rp2.352 triliun, atau mengalami pertumbuhan 11,57% secara tahunan.