TANGERANG — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkenalkan fitur pembiayaan KPR Cermat dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 yang diselenggarakan di NICE PIK 2, Tangerang.
Fitur ini ditujukan sebagai alternatif bagi nasabah untuk meringankan beban cicilan melalui optimalisasi saldo tabungan.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan, KPR Cermat dirancang untuk memberikan keringanan suku bunga bagi debitur hunian non-subsidi melalui pengelolaan rata-rata saldo harian rekening tabungan.
Melalui KPR Cermat, nasabah dapat memperoleh diskon suku bunga dengan menjaga saldo rata-rata harian di rekening tabungan.
“Dana tersebut tetap tersimpan dan dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi, sekaligus memberikan manfaat dalam meringankan beban cicilan KPR sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Okki, Minggu (30/8/2026).
Dalam skema tersebut, nasabah bisa mendapatkan potongan suku bunga mulai dari 0,5 persen hingga maksimal 1 persen per tahun.
Syaratnya, debitur wajib menjaga rata-rata saldo harian tabungan minimal sebesar 10 persen dari sisa pokok kredit berjalan.
Diferensiasi dari fasilitas ini adalah dana di rekening penempatan tidak mengalami pemblokiran, sehingga tetap fleksibel digunakan untuk transaksi harian sekaligus tetap memperoleh suku bunga tabungan.
Selain itu, program ini memungkinkan penggabungan hingga lima rekening tabungan dalam satu keluarga inti, termasuk pasangan, orang tua, atau anak yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga, untuk memperhitungkan besaran diskon suku bunga.
Selama perhelatan Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026, BNI turut menghadirkan sesi siniar edukatif yang mengupas tuntas strategi pengelolaan keuangan dan pemanfaatan KPR Cermat.
Diskusi publik ini menghadirkan perwakilan manajemen BNI, pengembang kawasan PIK 2 dari Agung Sedayu Group, serta kreator konten bidang properti.
Di samping itu, BNI menyediakan fasilitas kalkulator KPR interaktif di area pameran.
Layanan ini dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menyimulasikan kemampuan finansial, besaran cicilan bulanan, serta memetakan kecocokan produk pembiayaan sebelum memilih unit hunian dari ratusan pengembang rekanan yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Partisipasi aktif BNI dalam ajang ini merupakan bentuk dukungan nyata korporasi terhadap perwujudan Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah, sekaligus upaya memperluas akses likuiditas pembiayaan sektor perumahan secara inklusif.
Sementara itu, COO BPI Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan, secara total, realisasi transaksi Danantara Housing Expo 2026 menembus angka Rp 2 triliun.
Kendati demikian, ia mengeklaim pameran yang mempertemukan ekosistem perbankan, pengembang, pabrikan material, hingga UMKM tersebut tetap dikunjungi banyak peminat.
“Sampai hari kemarin itu transaksinya sudah Rp 2 triliun yang transaksi. Artinya target kami untuk transaksi terjadi, closing itu sudah tercapai di luar daripada prospektus dan juga booking,” ujar Dony menjawab dari Sumbernya, pada hari terakhir pameran, Minggu (30/8/2026).