MANADO - Bank Indonesia memproyeksikan pendanaan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah pada perhelatan Urban Digifest 2026 dapat menyentuh angka Rp3 miliar.
"Kami memfasilitasi ratusan UMKM yang ikut dalam Urban Digifest 2026 agar bisa mendapatkan pembiayaan dari perbankan, lembaga non-bank maupun PNM," ucap Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, sewaktu Soft Opening Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026, di Manado, Rabu.
Di samping nilai transaksi, BI turut membidik realisasi pendanaan sektor UMKM senilai lebih dari Rp3 miliar lewat berbagai institusi keuangan, baik itu bank maupun non-bank, termasuk pula PNM.
Dia menyebutkan bahwa acara pada tahun ini menggandeng lebih dari 200 pelaku UMKM, agar mereka mampu meraih suntikan modal demi menggenjot mutu bisnisnya.
"Kami berharap pengembangan UMKM akan terus berlanjut bukan hanya sampai di ajang seperti ini, dan mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Sinergi di antara pemerintah wilayah, BI, Dekranasda, kalangan perbankan, komunitas, akademisi, serta sektor bisnis dianggap esensial supaya kekayaan budaya Kawanua, julukan bagi warga Manado, sanggup makin bertumbuh dan menembus pasar skala nasional bahkan dunia.
Joko menyebutkan bahwa Urban Digifest bukan sekadar wadah untuk memamerkan produk serta berdagang, melainkan sarana bagi pelaku UMKM menimba ilmu, bersinergi, merengkuh fasilitas pendanaan, hingga melebarkan sayap bisnis.
"Saya harap perbankan dan jasa keuangan non bank maupun PNM memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan ekspansi kredit, namun tetap harus penuh kehati-hatian," jelasnya.
Gelaran Urban Digifest 2026 menyajikan lebih dari 200 UMKM yang membawa aneka produk kreatif andalan lokal, contohnya Wale Rupa yang berfokus pada kain tradisional, busana, serta kriya, dan Wale Rasa yang menyuguhkan keunikan cita rasa lewat makanan serta minuman dari para peserta untuk warga yang datang.
Sebelumnya Joko Supratikto turut menyebutkan bahwa agenda Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 diproyeksikan sanggup mencatatkan nilai transaksi hingga mencapai Rp6 miliar.
"Kami menargetkan transaksi di tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu hanya Rp5,5 miliar," imbuh Joko.
Ia mengutarakan bahwa pada tahun ini, lembaganya turut membidik jumlah pengunjung sebanyak 60.000 orang ke ajang Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026, atau naik sebesar 10 persen jika disandingkan dengan tahun sebelumnya yang sekadar mencapai 55 ribu pengunjung.