JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif hingga Mei 2026 dengan laba bersih sebesar Rp20,42 triliun, tumbuh 9,52% secara tahunan (yoy).
DPR pun ikut senang.
Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi beban bunga yang turun menjadi Rp18,26 triliun dari sebelumnya Rp21,33 triliun, sehingga mendorong pendapatan bunga bersih naik 6,64% yoy menjadi Rp48,50 triliun.
Dari sisi intermediasi, BRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.417,19 triliun, tumbuh 12,23% yoy.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.546,44 triliun, naik 8,6% yoy, dengan total aset menyentuh Rp2.073,12 triliun.
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Menurutnya, kinerja BRI menunjukkan fundamental perbankan nasional yang tetap kuat di tengah tantangan ekonomi global.
“Kinerja BRI ini patut diapresiasi. Di tengah tekanan ekonomi dan suku bunga yang tinggi, BRI masih mampu menjaga pertumbuhan laba sekaligus meningkatkan penyaluran kredit,” ujarnya dari Sumbernya.
Ia menegaskan bahwa peran BRI sebagai bank yang fokus pada UMKM harus terus diperkuat, mengingat sektor tersebut merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
“Yang penting bukan hanya laba, tetapi bagaimana kredit benar-benar mengalir ke sektor produktif, khususnya UMKM. Di situlah dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya dari Sumbernya.
Darmadi juga mengingatkan agar momentum pertumbuhan ini dimanfaatkan untuk memperkuat intermediasi dan menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan kontribusi terhadap ekonomi riil.
“Perbankan harus tetap menjadi motor penggerak ekonomi. Kalau kredit produktif terus didorong, maka pertumbuhan ekonomi bisa lebih berkualitas,” tutupnya dari Sumbernya.