Capaian KPR Subsidi BTN Tembus Puluhan Ribu Unit per Juli 2026

Capaian KPR Subsidi BTN Tembus Puluhan Ribu Unit per Juli 2026
55 Ribu KPR Subsidi. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) beroperasi sebagai lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi paling terdepan di Indonesia.

Hingga akhir bulan Juli 2026, BTN telah menuntaskan penyaluran puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sekaligus mengoptimalkan peran strategis dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat kecil.

Pencapaian tersebut mendulang pujian dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tatkala hadir dalam acara Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Dirut BTN, Pak Nixon, untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan kepada Pak Presiden bahwa penyaluran rumah subsidi BTN adalah yang tertinggi. Terima kasih Pak Nixon,” ujar Maruarar.

Dalam kesempatan yang serupa, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hak memiliki tempat tinggal merupakan kebutuhan mendasar bagi rakyat.

Maka dari itu, pemimpin nomor satu tersebut mengajak unsur pemerintahan, lembaga perbankan, dan segenap pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan hunian layak terjangkau bagi lebih banyak warga.

Di tengah pelaksanaan proses akad massal tersebut, BTN muncul sebagai bank dengan kontribusi jumlah peserta terbanyak.

Tercatat ada 30.203 debitur BTN yang berpartisipasi dalam kegiatan akad, baik hadir secara fisik maupun secara virtual dari berbagai penjuru nusantara.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengemukakan bahwa sukses besar tersebut terwujud berkat sinergi lintas sektor dalam ekosistem perumahan, termasuk sokongan dari Danantara Indonesia yang mempererat hubungan antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, serta pengembang.

Berdasarkan pandangan petinggi tersebut, apresiasi pemerintah ini menjadi motivasi tambahan bagi BTN untuk konsisten menunaikan penugasan pembiayaan rumah bagi rakyat.

Merujuk pada data Kementerian PKP per 29 Juli 2026, BTN telah menggelontorkan 55.766 unit KPR FLPP, menempati posisi puncak di antara bank-bank Himbara.

Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit, sehingga total akumulasi konsolidasi keduanya mencapai 84.048 unit rumah bersubsidi sepanjang kurun waktu 2026.

Selain memperluas jangkauan KPR bersubsidi, BTN juga memperkokoh dukungan pendanaan pada sisi pasokan sektor perumahan.

Sampai penghujung Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) menyentuh kisaran Rp4,39 triliun guna menopang para pengembang, kontraktor, toko material, hingga pelaku usaha rantai pasok properti.

BTN juga senantiasa meningkatkan mutu layanan digital melalui platform balé Properti agar publik dapat mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, serta mendaftarkan KPR secara daring dalam satu wadah praktis.

Eksekutif bank tersebut menyampaikan bahwa terobosan digital ini diyakini mampu mempermudah masyarakat, khususnya para pencari rumah pertama, dalam mewujudkan hunian impian.

“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” ujarnya.

Agenda Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 ini tercatat sebagai gelaran kolosal terbesar semenjak program tersebut diresmikan.

Mengacu pada data BP Tapera, acara ini melibatkan 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten/kota across 36 provinsi, sekaligus membuktikan semakin solidnya kerja sama pemerintah serta industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah rakyat berpenghasilan rendah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index