Asing Borong Saham Bank, IHSG Melesat Signifikan

Asing Borong Saham Bank, IHSG Melesat Signifikan
IHSG terus bangkit. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Para pemodal dari luar negeri meneruskan aksi pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan.

Arus modal asing mulai mengalir kembali ke sejumlah instrumen berkapitalisasi besar, khususnya emiten perbankan, sehingga memicu Indeks Harga Saham Gabungan melesat tinggi.

Berlandaskan publikasi statistik harian bursa edisi penutupan tersebut, yang mencatatkan hari transaksi ke-134 sepanjang tahun berjalan, indeks melompat dari posisi pembukaannya.

Sepanjang jam perdagangan berlangsung, posisi indeks bergerak di antara titik terendah harian dan level tertinggi yang sekaligus menjadi posisi penutupan akhir sesi.

Kenaikan tajam nilai indeks utamanya disokong oleh performa positif saham-saham bank berskala besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk mengalami apresiasi harga dan memberikan sumbangan poin yang sangat signifikan terhadap kenaikan indeks.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menguat dengan kontribusi poin yang besar, diikuti oleh saham PT Bank Mandiri Tbk yang turut membukukan kenaikan dan menyumbangkan poin tambahan.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk juga mencatatkan penguatan harga dan menambah perolehan poin bagi indeks bursa.

Kenaikan harga pada jajaran saham bank utama tersebut memperlihatkan mulai bangkitnya selera investor terhadap industri perbankan pasca-koreksi tajam yang melanda sektor tersebut sejak permulaan tahun.

Selain saham perbankan, penguatan indeks turut ditopang oleh lonjakan harga saham PT Telkom Indonesia Tbk yang memberikan kontribusi besar pada pergerakan indeks.

Sejumlah emiten lain seperti PT Siloam International Hospitals Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk turut mencatatkan kenaikan harga yang meyakinkan.

Di sisi lain, laju penguatan indeks sempat tertahan akibat tekanan jual pada beberapa saham berkapitalisasi besar lainnya.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk mengalami koreksi harga dan mengurangi perolehan poin indeks secara keseluruhan.

Tekanan pelemahan juga menimpa saham PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Bayan Resources Tbk, PT Maha Properti Indonesia Tbk, serta PT United Tractors Tbk.

Koreksi harga serupa dialami oleh saham PT Bank Permata Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, PT Capital Financial Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk.

Pihak investor asing tercatat membukukan nilai pembelian bersih yang cukup besar pada sesi perdagangan hari itu.

Masuknya dana segar ini melanjutkan tren positif kembalinya arus modal asing ke bursa saham domestik setelah pada hari sebelumnya para pemodal luar negeri juga mencatatkan pembelian bersih dalam jumlah masif.

Walaupun demikian, secara perhitungan kumulatif sejak awal tahun hingga periode berjalan, pemodal asing masih membukukan posisi penjualan bersih yang cukup besar.

Menurunnya akumulasi total penjualan bersih asing mengindikasikan bahwa tekanan pelepasan aset mulai mereda.

Kembalinya aliran modal asing ke saham-saham sektor perbankan pun menjadi indikasi awal bahwa para investor mulai menilai valuasi saham bank di dalam negeri semakin menarik setelah melalui fase koreksi panjang.

Total aktivitas perdagangan saham mencatatkan volume yang sangat tinggi dengan nilai transaksi harian yang mencapai angka besar.

Frekuensi transaksi yang terjadi di lantai bursa pun mencatatkan angka jutaan kali.

Kendati demikian, nilai transaksi tersebut masih berada di bawah angka rata-rata harian normal sepanjang tahun berjalan.

Secara akumulasi tahun berjalan, rata-rata volume perdagangan harian, nilai transaksi, maupun frekuensi transaksi harian tercatat lebih tinggi dibanding catatan sesi perdagangan tersebut.

Penguatan IHSG secara otomatis mendongkrak total nilai kapitalisasi pasar di bursa secara keseluruhan berdasarkan kurs referensi bank sentral.

Besaran nilai kapitalisasi pasar yang dihitung dengan metode penyesuaian saham beredar bebas turut mencatatkan angka yang substansial.

PT Bank Central Asia Tbk tetap kokoh menempati peringkat pertama sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa efek.

Posisi kedua ditempati oleh PT DCI Indonesia Tbk dengan nilai kapitalisasi pasar yang sangat besar.

Urutan berikutnya diisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, disusul oleh PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Bayan Resources Tbk di jajaran atas.

Saham PT Bank Mandiri Tbk berada di posisi keenam, diikuti secara berurutan oleh PT Mora Telematika Indonesia Tbk, PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, serta PT Astra International Tbk.

Secara keseluruhan, sepuluh emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut menguasai porsi yang substansial dari total kapitalisasi pasar bursa.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk menjadi instrumen dengan perolehan nilai transaksi harian terbesar di antara seluruh saham yang diperdagangkan.

Kendati demikian, kelompok saham perbankan mendominasi urutan berikutnya dengan nilai transaksi yang luar biasa besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, serta PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan nilai transaksi yang sangat tinggi di pasar reguler.

Beberapa saham lain yang masuk dalam daftar sepuluh besar nilai transaksi meliputi saham sandi terkait, PT Telkom Indonesia Tbk, serta sejumlah emiten aktif lainnya.

Dari kacamata volume perdagangan, salah satu saham mencatatkan diri sebagai yang paling aktif dengan porsi belasan persen dari total volume bursa.

Sejumlah emiten lain turut mengekor di jajaran daftar volume perdagangan terbesar secara berurutan.

Deretan saham lapis kedua dan ketiga juga mendominasi aktivitas volume harian di lantai bursa.

Berdasarkan tingkat frekuensi perdagangan, emiten tertentu memimpin sebagai saham yang paling sering ditransaksikan oleh pelaku pasar.

Frekuensi transaksi yang tinggi juga dicatatkan oleh sejumlah saham aktif lainnya secara berurutan.

Jajaran saham perbankan besar turut menghiasi daftar sepuluh besar frekuensi transaksi teratas di bursa efek.

Angka rata-rata rasio harga terhadap laba bersih perusahaan serta rasio harga terhadap nilai buku pasar berada pada kisaran tertentu.

Tingkat valuasi pasar tersebut dinilai semakin menarik menyusul koreksi tajam yang dialami IHSG sejak permulaan tahun.

Penyusutan indeks yang jauh melampaui penurunan kinerja fundamental sebagian besar emiten menjadikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya perbankan, diperdagangkan pada tingkat valuasi yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya.

Dari total ratusan saham yang tercatat di bursa, sebagian besar mengalami penguatan harga, sementara sebagian lainnya tidak mencatatkan perubahan.

Di sisi lain, sebagian besar emiten mengalami tekanan penurunan harga dengan berbagai tingkat persentase koreksi.

Meskipun jumlah emiten yang mengalami penurunan harga lebih banyak, apresiasi justru terjadi pada kelompok saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan besar kecilnya kapitalisasi pasar, saham yang menguat signifikan mewakili porsi yang cukup besar dari total nilai pasar.

Kelompok saham dengan harga stabil serta saham yang mengalami koreksi ringan turut mengambil porsi dalam struktur kapitalisasi pasar keseluruhan.

Saham PT Ever Shine Tex Tbk mencatatkan diri sebagai pencetak kenaikan harga tertinggi di bursa pada sesi perdagangan tersebut.

Beberapa emiten lain turut menyusul dengan lonjakan persentase harga yang sangat tinggi.

Sebaliknya, sejumlah saham mengalami tekanan penurunan terdalam dan memimpin daftar top losers di bursa.

Deretan emiten lain turut mencatatkan koreksi harga paling tajam dalam sesi perdagangan yang sama.

Seluruh kelompok indeks utama di bursa kompak bergerak di zona hijau mengikuti pergerakan positif indeks utama.

Indeks LQ45, IDX30, IDX80, serta berbagai indeks sektoral dan tematik lainnya mencatatkan kenaikan persentase yang solid.

Indeks khusus saham perbankan melonjak tinggi, yang semakin menegaskan kuatnya pemulihan sektor keuangan pada perdagangan hari tersebut.

Berbagai indeks saham bernafaskan syariah seperti Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index turut mencatatkan penguatan harga yang meyakinkan.

Volume, nilai transaksi, serta kapitalisasi pasar dari saham-saham anggota kelompok syariah menyumbang porsi yang sangat dominan terhadap aktivitas total di bursa efek.

Seluruh indeks sektoral di bursa berakhir di teritori positif tanpa terkecuali.

Sektor barang konsumen siklikal dan primer memimpin daftar dengan tingkat kenaikan harian tertinggi.

Sektor energi serta properti dan real estat turut mencatatkan penguatan, meskipun secara perhitungan tahun berjalan masih berada dalam tren koreksi yang dalam.

Sektor bahan baku, perindustrian, kesehatan, keuangan, infrastruktur, transportasi, dan teknologi turut membukukan hasil positif secara harian.

Kendati mencatatkan penguatan harian yang meyakinkan, secara kumulatif sejak awal tahun, hampir seluruh sektor masih tertahan di zona negatif dengan variasi tingkat koreksi yang beragam.

Sekalipun mencatatkan kenaikan harian yang cukup berarti, posisi indeks di kawasan regional ASEAN masih berada di peringkat terbawah jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama negara tetangga.

Kinerja bursa di sejumlah negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia mencatatkan hasil positif sepanjang tahun berjalan.

Perbandingan kinerja di tingkat Asia-Pasifik menempatkan bursa domestik pada peringkat bawah, sementara bursa di kawasan Amerika serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menunjukkan variasi pergerakan yang beragam.

Ketinggalan performa bursa domestik dibanding bursa regional maupun global mengindikasikan bahwa pasar keuangan dalam negeri masih menghadapi tantangan besar sepanjang tahun ini.

Kendati demikian, kembalinya aliran modal asing, bangkitnya saham-saham perbankan, serta tingkat valuasi pasar yang murah membuka secercah harapan bagi keberlanjutan pemulihan ke depan.

Anggota bursa dari kalangan perusahaan sekuritas tertentu mencatatkan nilai transaksi terbesar dan memimpin aktivitas perdagangan broker.

Beberapa perusahaan sekuritas lain menyusul di posisi berikutnya berdasarkan nilai transaksi, volume perdagangan, serta frekuensi transaksi harian.

Bursa Efek Indonesia juga mengonfirmasi pelaksanaan penghapusan pencatatan atau delisting atas saham emiten tertentu dalam sesi perdagangan tersebut.

Riwayat pencatatan serta harga penutupan terakhir dari emiten yang dihapuskan dari bursa turut diumumkan secara resmi kepada publik.

Apresiasi indeks utama pada hari perdagangan tersebut merepresentasikan sinyal awal pemulihan tingkat kepercayaan para penanam modal.

Kembalinya dana asing ke instrumen saham perbankan membuktikan bahwa para pelaku pasar mulai menangkap peluang keuntungan dari saham berfundamental kokoh yang harganya telah terdiskon cukup dalam.

Seandainya tren pembelian bersih oleh pemodal asing terus berlanjut, stabilitas nilai tukar mata uang terjaga, serta katalis positif domestik semakin menguat, saham-saham sektor perbankan memiliki peluang besar untuk bertindak sebagai motor penggerak utama pemulihan indeks secara menyeluruh.

Namun demikian, dengan besarnya akumulasi koreksi indeks sejak permulaan tahun serta masih tingginya angka penjualan bersih asing secara kumulatif, perjalanan menuju pemulihan yang utuh tetap membutuhkan konsistensi penguatan keyakinan investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index