Cianjur - BANK Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur mendorong pengembangan pertanian organik.
Hal ini dilakukan dengan memperkuat ekosistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pengembangan budi daya padi organik.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan menjelaskan, pertanian organik kini dinilai tidak lagi sekadar tren atau pilihan alternatif, melainkan suatu kebutuhan yang tidak ditawar lagi.
Terlebih, di tengah perubahan iklim, penurunan kualitas kesuburan lahan, serta kesadaran masyarakat yang kian meningkat terhadap konsumsi pangan sehat, aman, dan berkualitas, upaya ini menjadi hal penting bagi pengembangan padi organik.
Tak hanya untuk kesehatan, menurutnya, pengembangan padi organik terbukti memberikan dampak positif terhadap aspek agronomis maupun ekonomis.
Berdasarkan evaluasi lapangan, produktivitas padi yang sebelumnya berkisar di angka 5-6 ton per hektare kini melonjak tajam mencapai 7,7-8,3 ton per hektare.
"Pertanian organik kini bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Urgensi tersebut semakin menguat di tengah tantangan perubahan iklim dan penurunan kualitas lahan,"
ungkap dari Sumbernya, Kamis (30/7).
Sebagai komitmen nyata mendukung pengendalian inflasi melalui pengembangan padi organik, tambah dia, BI Jawa Barat bersama Pemkab Cianjur memberikan pelatihan bagi para petani dan santri tani.
Program tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pembangunan 10 demplot percontohan yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Demplot-demplot ini difungsikan sebagai sarana edukasi langsung, pusat pembelajaran budidaya organik, serta model percontohan yang dirancang untuk direplikasi secara masif.
"Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak volume produksi, menjaga kesinambungan pasokan pangan, mendukung keterjangkauan harga di tingkat konsumen, sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal,"
tandas dari Sumbernya.
Melalui pengembangan padi organik, Bank Indonesia Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis terutama pemerintah daerah.
Kabupaten Cianjur dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama dan sentra produksi padi terbesar di Jawa Barat.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, wilayah ini menempati peringkat keempat sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat.
Potensi besar tersebut terus dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, perbaikan mutu hasil panen, serta penerapan model pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim tanpa mengabaikan kelestarian ekologi.
"Pemkab Cianjur juga aktif mendorong generasi muda untuk semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan pertanian sebagai sektor yang strategis, bernilai ekonomi, dan memiliki prospek yang menjanjikan,"