BTN (BBTN) Jadi Penyalur Terbesar Akad Massal FLPP dengan 39.043 Debitur

BTN (BBTN) Jadi Penyalur Terbesar Akad Massal FLPP dengan 39.043 Debitur
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu (kedua dari kiri). ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak 39.043 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Jumlah tersebut menjadikan BTN sebagai kontributor terbesar di antara bank-bank penyalur dalam kegiatan yang melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara BTN, pemerintah, BP Tapera, pengembang, serta dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem turut meningkatkan kapasitas BTN dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat,”

ujar dari Sumbernya dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Nixon, tingginya jumlah peserta akad mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

BTN, lanjutnya, akan terus mempercepat layanan pembiayaan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah pertama.

Hingga 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit.

Secara keseluruhan, BTN dan BSN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi melalui layanan konvensional maupun syariah.

Di tingkat nasional, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai Rp14,76 triliun hingga 29 Juli 2026.

Selain memperluas pembiayaan kepada masyarakat, BTN juga memperkuat sisi pasokan perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP).

Hingga 29 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP BTN mencapai sekitar Rp4,39 triliun, yang dimanfaatkan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha dalam rantai pasok sektor perumahan.

BTN juga terus mengembangkan layanan digital balé Properti yang memungkinkan masyarakat mencari hunian, membandingkan harga dan lokasi, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR dalam satu platform.

Nixon menegaskan, fokus BTN bukan hanya menjadi penyalur terbesar KPR subsidi, tetapi juga memastikan semakin banyak keluarga Indonesia memperoleh akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index