JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah tetap berupaya mencapai target penyaluran 350.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir 2026.
Salah satu pendorong percepatan serapan tersebut diharapkan berasal dari proyek rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta sejumlah 141.000 unit.
Menurut Maruarar, pemerintah masih optimistis mengejar target tersebut dengan mengandalkan penyaluran rumah tapak maupun rumah vertikal yang sama-sama masuk dalam Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP.
"Kami berusaha yang terbaik, kan kami berharap nanti misalnya lompatan itu salah satunya dari Meikarta yaitu rumah susun," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026) malam.
Sebelumnya, pemerintah menerima komitmen hibah lahan seluas 31,3 hektare (ha) milik PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Penandatanganan komitmen hibah dilakukan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan P Roeslani, serta perwakilan Lippo Group di Wisma Danantara, Jakarta, pada 29 Juni 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hibah lahan tersebut diharapkan mempercepat pencapaian target Program 3 Juta Rumah.
"Saya senang ada program seperti ini karena 141.000 unit bisa dibangun. Karena sebelumnya targetnya jauh terus. Mudah-mudahan dengan (proyek rusun subsidi Meikarta) ini, 3 juta rumah nanti 2028 bisa tercapai," katanya beberapa waktu lalu, dikutip dari Sumbernya.
Purbaya menambahkan, komitmen tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah dan dunia usaha untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Aset seluas 31,3 ha itu direncanakan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai penyertaan modal negara (PMN) untuk dikelola melalui proses bisnis tanpa membebani APBN.
Di sisi lain, pemerintah akan menggelar akad massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP, serah terima kunci rumah subsidi, serta akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi akad massal KPR FLPP ketiga yang diselenggarakan pemerintah, setelah sebelumnya dilaksanakan untuk 26.000 unit di Cileungsi, Jawa Barat, pada 29 September 2025 dan 50.030 unit di Serang, Banten, pada 20 Desember 2025.
Adapun hingga 23 Juli 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp 13,874 triliun.
Capaian tersebut setara sekitar 31,9% dari target penyaluran 350.000 unit pada tahun ini.
Meski terus meningkat, realisasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hingga 16 Juli 2025, realisasi penyaluran KPR FLPP tercatat sebanyak 129.773 unit rumah.
Dengan demikian, capaian hingga 23 Juli 2026 masih lebih rendah sekitar 18.236 unit atau turun sekitar 14%.
Perlambatan juga tercermin pada kinerja paruh pertama tahun ini.
Hingga akhir Juni 2026, penyaluran FLPP mencapai 91.522 unit, sedangkan pada periode yang sama di 2025 mencapai 120.976 unit.
Dengan demikian, realisasi semester I/2026 turun sekitar 24,35% secara tahunan (yoy).