Kiwoom dan BNI Sekuritas Soroti Peluang Rebound IHSG di Atas 5.900

Kiwoom dan BNI Sekuritas Soroti Peluang Rebound IHSG di Atas 5.900
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan Selasa 7 Juli 2026. Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup naik 0,69 persen, namun masih disertai aksi jual asing senilai Rp163 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain BMRI, MAPI, AMMN, BREN, dan TLKM.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpotensi terkoreksi wajar. Sementara itu, riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan IHSG mulai menunjukkan sinyal positif setelah mencatat minor breakout dari tren turun dan bertahan di atas EMA10 (5.868). Meski demikian, tren utama masih bearish karena indeks berada di bawah EMA20 (5.960) dan EMA50 (6.358). RSI (14) naik ke 45,20, mencerminkan perbaikan momentum meski belum masuk zona bullish.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 5.900–5.916, peluang technical rebound masih terbuka menuju 5.960 dan 6.045–6.107,” tulis Kiwoom Sekuritas. Sebaliknya, jika turun di bawah 5.900, indeks berisiko menguji support 5.882–5.800, kemudian 5.744.

Rekomendasi saham 7 Juli 2026:

  • ICBP – sektor konsumer defensif, stabil di tengah volatilitas.
  • UNTR – sektor alat berat dan tambang, prospek positif dari proyek infrastruktur.
  • TPIA – sektor petrokimia, peluang ekspansi dan permintaan industri.
  • TLKM – sektor telekomunikasi, tetap diminati meski ada aksi jual asing.
  • ITMG – sektor batubara, didukung tren harga energi global.
  • ADRO – sektor tambang batubara, prospek ekspor tetap kuat.

Dengan kondisi IHSG yang masih dalam tren bearish, rekomendasi saham ini menjadi strategi akumulasi bagi investor domestik, terutama pada saham-saham blue-chip yang memiliki fundamental kuat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index