Kredit UMKM Bali Naik 5,23 Persen, Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Daerah

Kredit UMKM Bali Naik 5,23 Persen, Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Daerah
Ilustrasi UMKM (Sumber foto: NET)

DENPASAR – Penyaluran kredit di Provinsi Bali per April 2026 tumbuh 6,41 persen year on year (YoY) dengan nilai Rp121 triliun berdasarkan lokasi bank. Sementara berdasarkan lokasi proyek, penyaluran kredit mencapai Rp147,64 triliun atau tumbuh 9,14 persen YoY.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Parjiman, menjelaskan stabilitas sektor jasa keuangan di Bali hingga akhir April 2026 tetap solid di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik. Kinerja perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank terus berkembang, mendukung aktivitas perekonomian daerah.

Pertumbuhan kredit masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang naik Rp6,11 triliun atau 16,82 persen YoY. Kredit konsumsi tumbuh 4,68 persen, sementara kredit modal kerja terkontraksi 1,63 persen YoY. “Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Bali,” jelas Parjiman, Sabtu, 4 Juli 2026.

Berdasarkan kategori debitur, 51,26 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan 5,23 persen YoY. Segmen usaha mikro mendominasi dengan porsi 41,84 persen (tumbuh 11,10 persen YoY), disusul usaha kecil 37,99 persen (tumbuh 2,08 persen YoY).

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar berasal dari sektor bukan lapangan usaha sebesar 33,32 persen (tumbuh 4,68 persen YoY) dan sektor perdagangan besar serta eceran sebesar 26,95 persen (tumbuh 1,20 persen YoY). Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan nominal terbesar Rp2,10 triliun atau 15,46 persen YoY, mencerminkan penguatan sektor pariwisata Bali.

Kualitas kredit perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,60 persen, lebih rendah dibandingkan April 2025 sebesar 3,21 persen. NPL net berada di posisi 1,78 persen, turun dari 2,23 persen pada April 2025. Penurunan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 9,47 persen dari 11,48 persen tahun sebelumnya menunjukkan dampak positif restrukturisasi kredit dan ekspansi pembiayaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index