Airlangga Tegaskan Stimulus Rp26,34 T Tak Ganggu Defisit

Airlangga Tegaskan Stimulus Rp26,34 T Tak Ganggu Defisit
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (sumber foto: NET)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tambahan belanja untuk paket stimulus semester II-2026 tidak akan memengaruhi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Airlangga menyebutkan kondisi fiskal tetap aman meski pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi dengan total anggaran Rp26,34 triliun. Paket ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rincian stimulus meliputi insentif sektor transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun. Menurut Airlangga, tidak ada perubahan terhadap postur fiskal 2026 setelah peluncuran paket tersebut.

Pemerintah menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp689,1 triliun. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit bisa melebar ke kisaran 2,90% dari PDB akibat kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Per Mei 2026, defisit APBN tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70% dari PDB. Dari sisi pendapatan negara, realisasi mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6% dari target Rp3.153,6 triliun, tumbuh 19,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, belanja negara per Mei 2026 tercatat Rp1.365,4 triliun atau 35,5% dari target Rp3.842,7 triliun, dengan pertumbuhan 34,4% secara tahunan. Data ini menunjukkan bahwa meski belanja meningkat signifikan, kondisi defisit masih dalam batas aman sesuai target pemerintah.

Airlangga menekankan bahwa stimulus tambahan semester II merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung masyarakat di tengah tekanan global. Pemerintah optimistis defisit APBN tetap terkendali meski ada tambahan belanja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index