JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (kode saham: BBCA) kembali merealisasikan program pembelian kembali atau buyback saham perusahaan dengan nilai maksimal Rp5 triliun per 11 Juni 2026. Alokasi dana jumbo tersebut dilaporkan sudah mencakup komponen biaya perantara pedagang efek serta biaya penunjang lainnya.
Aksi korporasi strategis ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dieksekusi sebelumnya oleh pihak manajemen pada April 2026.
Langkah taktis ini sengaja diambil oleh pihak internal sebagai bukti konkret atas tingginya kepercayaan perusahaan terhadap stabilitas kondisi pasar modal di Indonesia.
“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar Presiden Direktur BCA.
Pihak manajemen memastikan seluruh tahapan dari aksi korporasi tersebut akan tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mengikuti ketentuan peraturan dan regulasi yang berlaku.
Periode pelaksanaan agenda buyback tersebut dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan penuh, terhitung sejak 12 Maret 2026 sampai dengan 11 Maret 2027.
Pihak manajemen juga memberikan penegasan bahwa aktivitas komersial buyback ini tidak akan memberikan dampak material bagi kinerja keuangan maupun kelangsungan operasional bisnis perusahaan.
Manajemen berkomitmen penuh untuk terus mengawal dan memantau dinamika pergerakan pasar selama proses eksekusi tersebut berlangsung di bursa.
“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutur Presiden Direktur BCA.
Di samping agenda tersebut, emiten perbankan ini juga dijadwalkan bakal membagikan dividen interim termin pertama sebesar Rp20 per lembar saham pada 26 Juni 2026.
Kebijakan pembagian keuntungan berkala ini diambil dengan mempertimbangkan faktor soliditas performa kinerja keuangan perusahaan sepanjang kuartal I 2026, serta komitmen kuat untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.