JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak secara fluktuatif pada awal sesi transaksi Kamis (11/6/2026). Indeks sempat dibuka mengalami penurunan tipis, namun beberapa detik setelahnya langsung berbalik menguat sebesar 24 poin (0,37%) ke posisi 5.927.
Kondisi pergerakan tersebut berjalan berlawanan arah dengan situasi yang dialami oleh mayoritas pasar saham di dunia yang sedang memerah. Pelemahan pada bursa global juga ikut dipicu oleh penurunan performa dari sebagian besar sektor saham utama.
Beberapa sektor yang mengalami koreksi di antaranya adalah sektor material dasar, energi, industri, serta sektor keuangan. Sebaliknya, pergerakan positif justru terjadi pada saham-saham yang berada di dalam sektor kesehatan, properti, dan juga konsumer nonprimer.
Walaupun perdagangan sempat dibuka dalam zona merah, sejumlah saham terpantau langsung mencatatkan lonjakan harga yang cukup signifikan di awal sesi.
Beberapa di antaranya yaitu saham BABY yang melonjak naik 28,04% menuju ke posisi
Rp 242
Kemudian disusul oleh saham RISE yang melesat sebesar 25% ke level
Rp 1.300
Serta saham ATAP yang ikut menguat sebesar 16,37% menjadi berada di harga
Rp 398
Pada perdagangan hari sebelumnya, indeks saham gabungan berhasil ditutup melesat tinggi dengan kenaikan sebesar 155,73 poin (2,71%) menuju level 5.902. Lonjakan tersebut diiringi oleh aksi penjualan bersih (net sell) oleh pemodal yang mencapai nilai fantastis sebesar Rp 3,12 triliun.
Aksi pelepasan aset paling besar melanda saham BBRI dengan nilai mencapai
Rp 612,05 miliar
Diikuti oleh saham TPIA yang mencatatkan penjualan bersih sebesar
Rp 416,08 miliar
Kemudian saham BBCA dengan nilai pelepasan sebesar
Rp 179,18 miliar
Serta saham BBNI yang menyentuh angka penjualan bersih
Rp 147,16 miliar
Kenaikan signifikan pada perdagangan kemarin ditopang oleh penguatan di sebagian besar sektor saham, di mana pertumbuhan di atas 2% terjadi pada sektor industri, keuangan, dan infrastruktur. Sektor teknologi tercatat melompat sebesar 4,37% dan sektor keuangan ikut terangkat sebesar 3,39%.
Tren positif ini juga dirasakan oleh saham-saham yang bergerak di sektor konsumer primer, infrastruktur, hingga sektor transportasi. Sementara itu, kelompok saham yang mengalami lonjakan tertinggi hingga terkena batasan auto reject atas (ARA) dipimpin oleh saham BABY yang melesat 35% ke level
Rp 189
Selanjutnya ada saham KBLV yang meningkat sebesar 34,85% menuju posisi
Rp 89
Serta saham FOLK yang ikut melambung sebesar 34,59% ke angka
Rp 214
Meskipun tidak sampai menyentuh batas ARA, saham LCKM terpantau ikut menguat sebesar 29,79% ke posisi
Rp 29,79%
Saham RGAS juga mengalami kenaikan sebesar 28,04% menjadi
Rp 137
Serta saham RAAM yang bertambah 26,98% ke posisi harga
Rp 240