IHSG Diproyeksi Fluktuatif dan Simak Analisis 3 Saham Pilihan Kami

IHSG Diproyeksi Fluktuatif dan Simak Analisis 3 Saham Pilihan Kami
Ilustrasi IDX Composite (sumber gambar: NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan 10 Juni 2026 berhasil ditutup melonjak +2,71% atau mengalami kenaikan sebesar +155 poin menuju ke level 5.902. Secara pekanan, posisi indeks juga terpantau menguat +5,5% secara week to date (wtd).

Meski indeks saham gabungan berhasil bangkit kembali dalam dua hari terakhir, arus modal keluar dari investor asing di pasar reguler masih terus berlanjut. Nilai pelepasan aset bersih oleh pemodal asing tersebut tercatat mencapai Rp5,52 triliun.

Di sisi lain, indeks kepercayaan konsumen untuk periode Mei 2026 dilaporkan mengalami penurunan ke posisi 120,9 dari bulan sebelumnya yang sempat berada di level 123. Angka penurunan ini sekaligus menjadi catatan yang paling rendah sejak bulan September 2025.

Menurunnya rasa optimisme masyarakat ini berjalan beriringan dengan naiknya harga komoditas BBM serta LPG non-subsidi di pasar. Faktor pendorong lainnya adalah adanya kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps yang telah diberlakukan pada Mei 2026.

Indeks tingkat kepercayaan konsumen tersebut diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penurunan. Hal ini dipicu oleh adanya proyeksi suku bunga tinggi yang masih terus berlanjut, dengan potensi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Juni 2026 dari posisi saat ini yang berada di angka 5,5%.

Sementara itu dari pasar global, bursa saham Wall Street terpantau kompak berakhir di zona merah dengan penurunan indeks Nasdaq sebesar -1,98% dan indeks S&P terkoreksi -1,62% pada (10/6). Pasar merespons rilis data inflasi tahunan di Amerika Serikat untuk Mei 2026 yang menyentuh angka +4,2% yoy, di mana angka tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar +3,8% yoy.

Kenaikan inflasi global ini menjadi yang tertinggi sejak April 2023 akibat melesatnya harga komoditas energi di tengah ketegangan wilayah Timur Tengah. Di sisi lain, harga untuk minyak mentah jenis Brent masih bergerak kokoh di posisi USD 94,9 per barel atau naik sebesar +1,9% pada (11/6).

Pada perkembangan pasar internasional, aksi penawaran umum perdana atau IPO dari perusahaan SpaceX dilaporkan mengalami kelebihan permintaan hingga 4 kali lipat. Pencapaian ini melengkapi perbandingan pasar terhadap IPO Facebook yang sempat kelebihan permintaan 20 kali lipat serta Saudi Aramco sebesar 4,6 kali lipat.

Proses IPO tersebut menetapkan harga saham final sebesar USD135 per lembar dengan total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai USD 75 miliar. Nilai ini menjadi penghimpunan dana terbesar sepanjang sejarah dengan total nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang menembus USD 1,77 triliun.

Untuk pergerakan domestik hari ini, laju indeks saham gabungan diproyeksikan akan bergerak secara fluktuatif dan bervariasi. Rentang pergerakan indeks diperkirakan akan berada pada kisaran level 5.800 sampai dengan 5.900.

Berikut adalah rincian analisis serta proyeksi teknikal untuk beberapa saham pilihan yang dapat dicermati pada hari ini:

1. ISAT (Accum Buy)

Closing Price: 1.815

Target Price: 1.890

Stop Loss: 1.680

Berdasarkan indikator teknikal, posisi saham ini sedang berada di sekitar area pertahanan dan membentuk pola grafik morning star. Formasi ini mengindikasikan adanya sinyal pembalikan arah atau rebound dalam jangka pendek, ditambah dengan histogram MACD yang masih memperlihatkan momentum akumulasi beli.

Dari aksi korporasi, perusahaan bersama anak usahanya mendongkrak modal lewat skema inbreng aset jaringan serat optik ke PT Infra Fiber Teknologi. Nilai sumbangan aset korporasi ini mencapai Rp8,18 triliun atau mengambil porsi kepemilikan sebesar 99%, sedangkan anak usahanya menyumbang Rp256 miliar untuk porsi 1%.

Nilai dari transaksi tersebut setara dengan kisaran 34,2% dari total ekuitas perusahaan. Langkah penataan aset ini dilakukan untuk menyatukan pengelolaan infrastruktur transmisi data agar berjalan lebih efektif dan terpusat sebelum nantinya dilepas ke perusahaan infrastruktur terafiliasi.

2. ADRO (Accum Buy)

Closing Price: 2.300

Target Price: 2.380

Stop Loss: 2.150

Kondisi saham ini terpantau sedang bergerak mendatar atau sideways pada area pertahanannya. Peluang untuk bergerak naik kembali didukung oleh pergerakan indikator stochastic yang mulai memperlihatkan formasi garis berpotongan atau golden cross pada area jenuh jual.

Saham ini juga tercatat menjadi aset yang paling banyak dikumpulkan oleh pemodal internasional sejak awal tahun ini dengan nilai akumulasi mencapai Rp2,47 triliun hingga posisi 10 Juni 2026. Pencapaian tersebut terbilang positif di tengah kondisi pasar ekuitas domestik yang sedang mengalami penarikan dana asing sebesar Rp78 triliun.

3. ULTJ (Accum Buy)

Closing Price: 1.285

Target Price: 1.330

Stop Loss: 1.200

Posisi pergerakan harga saham saat ini sedang berada di sekitar area support kuatnya dan mulai memunculkan pola lilin berupa bullish spinning top. Formasi grafik ini menandakan bahwa tekanan aksi beli dari para pelaku pasar sudah mulai berangsur-angsur muncul di area harga tersebut.

Kondisi tersebut diperkuat dengan pergerakan garis indikator stochastic yang saling berpotongan di area jenuh jual, sehingga memberikan indikasi awal terjadinya rebound jangka pendek. Saham ini dinilai cukup prospektif untuk diperhatikan karena berpeluang melanjutkan penguatan jika mampu mempertahankan batas bawahnya saat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index