KPR Subsidi BTN di Bali Sentuh Rp1,64 Triliun hingga Maret Tahun 2026

KPR Subsidi BTN di Bali Sentuh Rp1,64 Triliun hingga Maret Tahun 2026
Ilustrasi Property (sumber foto: NET)

DENPASAR - Penyaluran KPR Subsidi Bank Tabungan Negara (BTN) di Bali hingga Maret 2026 terus menunjukkan tren positif dengan outstanding mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Secara akumulatif, penyaluran KPR Subsidi telah mencapai sebanyak 13.244 unit di Bali dan menjadi salah satu kontributor utama dalam mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di Pulau Dewata.

Tidak hanya dari sisi permintaan rumah, penguatan juga dilakukan pada sisi penyediaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang menyasar ekosistem sektor perumahan mulai dari pengembang, penyedia jasa konstruksi, pedagang bahan bangunan, hingga UMKM yang membutuhkan dukungan pembiayaan hunian produktif.

Hingga Maret 2026, penyaluran KPP di Bali tercatat sebesar Rp53,6 miIiar. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap percepatan penyediaan rumah sekaligus menggerakkan rantai ekonomi sektor perumahan di daerah.

“Ekosistem perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Karena itu BTN tidak hanya hadir ketika masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung seluruh rantai nilainya. Di Bali, penguatan ekosistem perumahan ini berjalan berdampingan dengan perluasan layanan digital melalui balé by BTN dan kerja sama di sektor pariwisata,” katanya.

Penguatan ekosistem transaksi tersebut ditegaskan tidak meninggalkan DNA utama sebagai bank perumahan.Transformasi beyond mortgage justru dilakukan dengan memperkuat bisnis inti perumahan sekaligus memperluas ekosistem pendukung sektor properti dan ekonomi daerah.

Bali menjadi wilayah strategis untuk mengembangkan ekosistem transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN. Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, mulai dari kawasan wisata, pelabuhan wisata, desa wisata, hingga merchant lokal.

“BTN tetap menjadi mitra utama masyarakat Bali dalam mewujudkan kepemilikan hunian. Namun, hubungan kami dengan nasabah tidak berhenti ketika akad KPR (Kredit Pemilikan Rumah) selesai. Melalui beyond mortgage, BTN ingin hadir lebih luas, mulai dari pembiayaan perumahan, dukungan kepada pelaku usaha sektor perumahan, hingga transaksi finansial harian masyarakat. Harapannya kami (BTN) ingin menemani nasabah dari bangun tidur sampai mau tidur lagi,” serunya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index