JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang untuk menguji tingkat resistance di level 5500.
Pada pergerakan di hari sebelumnya, indeks domestik tersebut terpantau mengalami kejatuhan sebesar 4,5 persen yang dibarengi dengan aksi jual bersih oleh pemodal internasional dengan nilai mencapai Rp587 miliar.
Beberapa instrumen saham yang paling banyak dilepas oleh pihak asing dalam perdagangan tersebut meliputi BBCA, BBRI, TLKM, ANTM, serta AMMN.
Di panggung global, mayoritas bursa saham Wall Street justru mencatatkan performa positif pada perdagangan Senin waktu setempat.
Kondisi tersebut ditopang oleh aksi beli kembali pada saham sektor semikonduktor pasca tertekan sentimen jual yang masif di akhir pekan kemarin.
Indeks S&P 500 terpantau menanjak sebesar 0,30 persen dan indeks Nasdaq Composite berhasil menguat hingga 0,86 persen, meskipun indeks Dow Jones Industrial Average harus terkoreksi tipis sebesar 0,16 persen.
Emiten produsen chip memori Micron Technology membukukan lonjakan performa mendekati 10 persen, yang kemudian diikuti oleh tren penguatan pada saham Nvidia serta Broadcom.
Kendati pasar saham Amerika Serikat bergerak menguat, para pelaku pasar masih terus memantau dinamika ketegangan geopolitik yang kembali bergejolak di kawasan Timur Tengah.
Kekhawatiran terhadap kelangsungan proses gencatan senjata mencuat setelah adanya peluncuran serangan peluru kendali pada hari Minggu yang memicu respons balasan terhadap fasilitas pertahanan strategis.
Meski demikian, terdapat pernyataan optimistis bahwa proses negosiasi dan upaya perdamaian di antara kedua belah pihak yang bertikai masih terus berjalan secara intensif demi mencapai kesepakatan secepatnya.
Sementara itu, situasi berbalik melanda bursa saham di wilayah Asia-Pasifik yang secara kompak terkapar ke zona merah pada perdagangan di hari Senin kemarin.
Sentimen negatif dari Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan posisi pasar kawasan regional setelah dibayangi oleh aksi jual besar-besaran pada indeks Nasdaq.
Bursa saham Korea Selatan mencatatkan penurunan terdalam di mana indeks Kospi anjlok tajam hingga 8,3 persen dan indeks Kosdaq ikut merosot melampaui angka 9 persen.
Langkah penurunan ini juga diikuti oleh bursa Jepang dengan indeks Nikkei 225 yang tergelincir sebesar 3,8 persen serta indeks Topix yang melemah hingga 2,4 persen.
Koreksi melanda pula pada indeks Hang Seng Hong Kong sebesar 1,2 persen, indeks Taiex Taiwan turun mencapai 3,5 persen, dan indeks CSI 300 China berkurang senilai 2,1 persen, sedangkan pasar Australia tutup karena hari libur nasional.
Mencermati perkembangan situasi pasar tersebut, proyeksi pergerakan instrumen dalam negeri untuk hari Selasa ini diperkirakan masih memiliki ruang pergerakan yang dinamis.
"IHSG berpotensi tes resistance di 5500, tapi jika gagal break resistance, masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang Rupiah terus melemah. Diperkirakan Support IHSG: 5000-5150 dan Resist IHSG: 5400-5500."
Untuk aktivitas investasi harian, terdapat sejumlah instrumen saham tertentu yang dinilai menarik untuk dicermati sebagai pilihan dalam perdagangan hari ini.
Beberapa emiten yang direkomendasikan tersebut meliputi BMRI, TPIA, BUMI, BIPI, DEWA, serta MINA.
Secara lebih terperinci, berikut adalah daftar panduan posisi serta batasan untuk aktivitas perdagangan hari ini:
- BMRI Spec Buy Area beli: 3680-3710 Cutloss: di bawah 3680 Target dekat: 3750-3820
- TPIA Spec Buy Area beli: 1550-1600 Cutloss: di bawah 1470 Target dekat: 1680-1730
- BUMI Buy on Weakness Area beli: 117-123 Cutloss: di bawah 117 Target dekat: 135-139
- BIPI Spec Buy Area beli: 125-128 Cutloss: di bawah 125 Target dekat: 136-142
- DEWA Spec Buy Area beli: 240-250 Cutloss: di bawah 238 Target dekat: 260-280
- MINA Buy on Weakness Area beli: 226-238 Cutloss: di bawah 226 Target dekat: 248-260