Total Aset Manulife Indonesia Menyentuh Angka Rp66,17 Triliun

Total Aset Manulife Indonesia Menyentuh Angka Rp66,17 Triliun
Ilustrasi Asuransi Jiwa (sumber foto: NET)

JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa terkemuka beserta unit syariahnya berhasil menorehkan performa bisnis yang kokoh sepanjang tahun 2025. Perkembangan positif ini ditopang oleh kondisi permodalan yang tebal, manajemen risiko yang cermat, serta konsistensi dalam menghadirkan proteksi bagi para nasabah.

Pada penghujung Desember 2025, akumulasi aset perusahaan asuransi jiwa ini menyentuh angka Rp 66,17 triliun.

Tingkat kecukupan modal atau risk based capital (RBC) perusahaan juga terjaga kokoh di level:

650 persen

Angka pencapaian tersebut berada jauh di atas standar kepatuhan minimum yang diwajibkan oleh regulator, yaitu sebesar 120 persen.

Melihat dari sektor profitabilitas, perusahaan berhasil mengantongi keuntungan bersih setelah pajak senilai Rp 1,28 triliun.

Peningkatan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari jasa perasuransian yang mencapai Rp 3,97 triliun, serta hasil investasi, termasuk pada instrumen produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), sebesar Rp 5,09 triliun.

Pencapaian performa ini sekaligus memperlihatkan penguatan pada lini bisnis utama perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, hasil jasa asuransi neto tercatat senilai Rp 299,77 miliar.

Secara akumulatif, hasil neto dari sektor asuransi dan investasi terkumpul sebesar Rp 1,28 triliun, sementara raihan laba komprehensif berada di angka Rp 859,4 miliar.

Wujud tanggung jawab perusahaan dalam mengayomi para nasabahnya dibuktikan melalui realisasi beban jasa asuransi senilai Rp 3,68 triliun selama tahun 2025.

Alokasi beban tersebut dimanfaatkan untuk pemenuhan klaim proteksi jiwa, kesehatan, serta pos pengeluaran operasional lain yang menunjang aktivitas layanan asuransi.

Pimpinan tertinggi perusahaan menyampaikan bahwa performa yang berhasil diraih ini merupakan sebuah milestone berharga bagi korporasi.

“Bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia pada 2025, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat,” ujar Lauren.

Lauren menambahkan, perolehan positif ini mempertegas ketahanan operasional, loyalitas nasabah, serta visi jangka panjang perusahaan untuk senantiasa mendampingi perlindungan keluarga di tanah air.

Di sisi lain, perusahaan manajemen aset grup juga terus mempertegas dominasinya di sektor pengelolaan dana.

Memasuki masa operasional tiga dekade, perusahaan manajer investasi ini sukses mempertahankan peringkat nomor satu di Tanah Air yang telah dipegang semenjak tahun 2020.

Selama periode tahun 2025, perusahaan menguasai pangsa pasar sebesar 11,94 persen dari total sekitar 90 korporasi pengelola investasi di Tanah Air.

Jumlah keseluruhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) emiten ini sukses menembus level:

Rp 124,3 triliun

Pada jangka waktu yang sama, dana kelolaan untuk instrumen reksa dana menyumbang angka Rp 63 triliun.

Jumlah perolehan tersebut menempatkan portofolio reksa dana perusahaan sebagai yang terbesar di industri dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 9,33 persen.

Pimpinan manajemen aset menyatakan komitmen penuh untuk senantiasa mendampingi nasabah dalam menghadapi segala dinamika pergerakan pasar.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kepada kami di berbagai siklus pasar,” ujar Afifa.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya selalu menjaga keselarasan antara ketatnya tata kelola risiko dengan kapabilitas dalam mengumpulkan alpha yang konsisten pada tiap produk kelolaan, serta terus menelurkan inovasi guna memfasilitasi kebutuhan nasabah ritel maupun korporasi.

Sementara itu, lini bisnis syariah mencatatkan tren pertumbuhan yang menggembirakan pada tahun 2025 setelah resmi beroperasi sebagai badan usaha mandiri sejak Desember 2024.

Unit syariah ini membukukan total pendapatan dari sektor usaha senilai Rp 302,1 miliar, melonjak signifikan jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang bernilai Rp 66,5 miliar.

Lompatan performa ini mengatrol jumlah aset unit syariah ke level Rp 1,55 triliun.

Dari aspek kesehatan permodalan, rasio solvabilitas untuk Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud tercatat menyentuh level 797 persen.

Sedangkan untuk tingkat solvabilitas Dana Perusahaan berada di level:

5.433 persen

Kedua indikator keuangan tersebut bertengger jauh di atas ambang batas regulasi yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama tahun 2025, unit syariah telah mendistribusikan manfaat kepada para anggota lewat pembayaran klaim senilai Rp 83,9 miliar.

Nominal realisasi ini melonjak hingga 99 persen bila dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Realisasi klaim tersebut menjadi bukti nyata andil perusahaan dalam menghadirkan perlindungan finansial yang berlandaskan pada syariat Islam.

Di samping itu, unit syariah juga mengantongi surplus underwriting Dana Tabarru’ senilai Rp 766 juta, yang memperlihatkan kelayakan tata kelola dana peserta berada dalam kondisi yang prima.

Pimpinan unit syariah mengutarakan bahwa meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap proteksi berbasis syariah memperlihatkan tingginya kepercayaan publik pada sistem nilai perlindungan keuangan.

“Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami,” ujar Fauzi.

Ia menegaskan bahwa unit syariah bakal terus menambah ketersediaan produk proteksi syariah yang adaptif terhadap keperluan masyarakat, yang juga direalisasikan lewat aksi sosial.

Salah satu program yang dijalankan adalah inisiatif pengadaan air bersih berskala sosial yang dirancang demi mendongkrak kualitas taraf hidup komunitas yang memerlukan bantuan.

“Program tersebut sejalan dengan nilai Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak yang menjadi landasan operasional Manulife Syariah Indonesia,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index