Penerimaan Pajak Hingga Mei 2026 Capai 35,4 Persen dari Target APBN

Penerimaan Pajak Hingga Mei 2026 Capai 35,4 Persen dari Target APBN
Ilustrasi Pajak (sumber foto: NET)

JAKARTA - Capaian realisasi untuk penerimaan negara dari sektor perpajakan hingga periode Mei 2026 berhasil menyentuh angka Rp834,4 triliun.

Perolehan tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,1% bila disandingkan dengan raihan pajak pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di angka Rp683,3 triliun.

Akumulasi pendapatan perpajakan sampai dengan akhir bulan Mei ini dipastikan telah memenuhi kisaran 35,4% dari target keseluruhan APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Yang paling menarik pendapatan pajak naiknya 22,1%. Anda bandingkan tahun lalu di bulan yang sama tahun lalu pajak negatif 11,3% jadi ada perbaikan signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” kata Purbaya.

Sepanjang tahun lalu, pergerakan pertumbuhan sektor perpajakan terus berada di zona negatif, namun situasi tersebut berbalik menjadi positif pada tahun ini.

Sektor perpajakan bahkan diyakini berpotensi untuk merosot naik melampaui angka 20,5% sejalan dengan serangkaian langkah pembenahan di bidang administrasi fiskal.

“Kami dorong ke level yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Sejumlah instrumen pajak yang memperlihatkan akselerasi pertumbuhan yang sangat signifikan di antaranya adalah PPh orang pribadi serta PPh Pasal 21, diikuti oleh PPN dan PPnBM.

Sektor PPh orang pribadi beserta PPh Pasal 21 mampu melesat hingga 26% dengan jumlah realisasi riil yang terkumpul sebesar Rp123,1 triliun.

Sementara itu, untuk instrumen fiskal PPN dan PPnBM berhasil dibukukan dengan nilai total sebesar Rp315,7 triliun atau mencatatkan kenaikan hingga 41,3%.

Pada pos PPh badan, pertumbuhan tercatat berada di angka 23,9% dengan jumlah perolehan nominal bersih mencapai Rp167,6 triliun.

Di sisi lain, untuk instrumen PPh final, PPh Pasal 22, beserta PPh Pasal 26 terpantau ikut merangkak naik sebesar 5,2% dengan realisasi nilai nominal sebesar Rp138,7 triliun.

Untuk pos pendapatan dari sektor perpajakan lainnya, nilai yang berhasil dihimpun berada di angka Rp89,3 triliun atau mengalami penyusutan sebesar 6%.

“Jadi ini semua menunjukkan ada perbaikan riil di ekonomi. Ketika ada kritik bahwa ekonomi di kertas saja tidak di riil masyarakat saya tidak tutup kuping saya periksa ke mana-mana data ini bener nggak. Kalau lihat di sini tumbuhnya cukup kenceng,” ucapnya.

Melalui seluruh pencapaian ini, total pendapatan negara secara agregat sampai akhir Mei 2026 kini telah bertumpuk sebanyak Rp1.185 triliun.

Angka pendapatan total tersebut setara dengan porsi 19,1% terhadap pagu anggaran keseluruhan APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index