Penerimaan PPN Tumbuh 41,3 Persen Jadi Bukti Daya Beli Meningkat

Penerimaan PPN Tumbuh 41,3 Persen Jadi Bukti Daya Beli Meningkat
Ilustrasi PPn (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kinerja penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang semakin kuat.

Penerimaan PPN dan PPnBM dilaporkan telah mencapai angka sebesar:

Rp315,7 triliun

Jumlah tersebut tumbuh sebesar 41,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut tercatat bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada April 2026 yang sebelumnya berada di angka 40,2%.

Kenaikan dari penerimaan pajak konsumsi tersebut dinilai menjadi sebuah indikator penting yang mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi, sejalan dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga,” ujar Purbaya.

Pemerintah menyatakan tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk kritik yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini hanya terlihat di dalam data statistik saja dan belum dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun, data dari penerimaan pajak ini justru dinilai memperlihatkan adanya aktivitas ekonomi yang nyata di tengah masyarakat.

“Jadi data ini menunjukkan bahwa perbaikan yang ada di ekonomi betul-betul sedang terjadi,” katanya.

Selain ditopang oleh faktor konsumsi dari masyarakat, implementasi dari sistem administrasi perpajakan baru bernama Coretax juga dinilai mulai memberikan kontribusi yang positif terhadap pengumpulan penerimaan negara.

Meskipun sistem baru tersebut sempat mengalami sejumlah kendala pada tahap awal penerapannya, mekanisme ini dinilai mampu mendukung perbaikan tingkat kepatuhan serta administrasi perpajakan.

Secara keseluruhan, realisasi dari penerimaan pajak hingga periode Mei 2026 kini telah mencapai:

Rp 834,4 triliun

Angka total penerimaan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 22,1% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 683,3 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index