JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi rebound terbatas setelah menyentuh zona support kritis.
Beberapa emiten direkomendasikan menjadi saham pilihan untuk aktivitas trading jangka pendek pada perdagangan hari Jumat, 5 Juni 2026.
Berikut merupakan daftar ringkasan mengenai saham pilihan untuk perdagangan hari ini:
Saham BBCA:
Rekomendasi Speculative Buy.
Entry 5.400.
Target 5.800.
Stop Loss 5.275.
Saham BUMI:
Rekomendasi Speculative Buy.
Entry 150.
Target 175.
Stop Loss 135.
Saham MBMA:
Rekomendasi Speculative Buy.
Entry 432.
Target 490.
Stop Loss 396.
Saham TKIM:
Rekomendasi Buy on Weakness.
Entry 4.900.
Target 5.500.
Stop Loss 4.780.
Pada perdagangan sebelumnya, saham BBCA mengalami penurunan sebesar 1,81% dan berakhir pada level Rp5.425 per lembar.
Posisi ini mendekati zona support kritis di kisaran Rp5.300 hingga Rp5.400 per lembar saham.
Indikator stochastic harian menunjukkan fase jenuh jual dan mulai bergerak mendatar, yang menandakan tekanan jual mulai mereda sekaligus membuka peluang pemulihan teknikal.
Sementara itu, saham BUMI mencatat kenaikan sebesar 1,35% ke posisi Rp150 per lembar saham pada penutupan perdagangan yang lalu.
Kondisi tersebut menunjukkan indikasi awal pemulihan karena harga mulai mendekati area pertahanan kunci yang sebelumnya menjadi zona permintaan cukup kuat.
Untuk saham MBMA terpantau mengalami koreksi sebesar 2,7% menuju level Rp432 per lembar saham akibat adanya tekanan jual di pasar modal.
Namun, emiten ini memiliki peluang pemulihan jangka pendek setelah menyentuh area permintaan historis pada kisaran nominal Rp408 sampai Rp432.
Di sisi lain, saham TKIM melemah sebesar 4,62% ke posisi Rp4.960 per lembar saham akibat tren penurunan yang masih berlangsung kuat.
Meskipun demikian, indikator teknikal yang berada di area jenuh jual mengisyaratkan bahwa penurunan harga mulai terbatas dan berpotensi memicu pemulihan.
Mengenai pergerakan indeks secara akumulatif, pasar modal mengalami penurunan sebesar 1,70% atau melemah 101 poin menuju level 5.840 pada perdagangan hari Kamis.
Seluruh sektor mencatat pelemahan signifikan dengan catatan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai nominal Rp1,3 triliun.
Pelemahan bursa dalam negeri ini juga diikuti oleh pergerakan mata uang rupiah yang merosot hingga ke posisi Rp18.033 per dolar AS.
Secara analisis teknikal, indeks mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah terkoreksi tajam mendekati area pertahanan historis di kisaran level 5.600 hingga 5.750.
Namun secara keseluruhan, tren pasar masih dibayangi fase penurunan karena posisi indeks berada di bawah garis rata-rata bergerak berjangka.
IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif pada kisaran level support 5.967 dan resistance 6.286 dengan peluang ditutup pada posisi yang lebih tinggi dari sebelumnya.