Anggaran Negara Semakin Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 22 Persen Lebih

Anggaran Negara Semakin Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 22 Persen Lebih
Ilustrasi Fiskal (sumber foto: NET)

JAKARTA - Situasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga akhir Mei 2026 diinformasikan berada dalam kondisi yang semakin positif. Meskipun nilai tukar rupiah menghadapi tekanan, pemerintah berhasil menjaga tingkat defisit tetap rendah.

Estimasi defisit anggaran nasional sampai akhir Mei 2026 diprediksi bertahan pada angka 1,7 persen hingga 1,8 persen dari total produk domestik bruto. Ketahanan fiskal tanah air berada dalam posisi aman lantaran nilainya jauh di bawah batas maksimal.

"Kalau saya tidak salah hitung, sekitar 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau di situ, anggaran kami aman sekali," ungkap pejabat terkait.

Pernyataan ini menjawab kekhawatiran pelaku pasar yang menghubungkan penurunan kurs rupiah dengan pengelolaan keuangan negara. Realisasinya justru menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya.

Bukan hanya angka defisit yang menyusut, keseimbangan primer pada periode Mei 2026 juga berhasil mencatatkan nilai yang kembali positif. Surplus ini merupakan indikator utama kesehatan finansial negara.

"Di bulan Mei juga surplusnya, primary surplus-nya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April," ujarnya.

Pemasukan dari sektor perpajakan nasional sampai bulan kelima di 2026 mengalami akselerasi di atas 22 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Program pembenahan sistem perpajakan dinilai telah membuahkan hasil nyata.

"Dan pendapatan pajak kami lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih," katanya.

Akselerasi di sektor perpajakan dipercaya memperlebar kapasitas finansial pemerintah dan memelihara stabilitas jangka panjang. Pandangan mengenai pengelolaan keuangan negara yang tidak matang ditepis karena parameter mengarah pada kondisi sehat.

"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kami makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN kami," kata pejabat tersebut.

Otoritas keuangan dalam waktu dekat akan memublikasikan rilis berkala mengenai capaian realisasi anggaran Mei 2026. Laporan tersebut akan menjadi rujukan pelaku pasar dalam memantau dinamika finansial domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index