Presiden Prabowo Sampaikan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di DPR

Presiden Prabowo Sampaikan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di DPR
Ilustrasi APBN (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kepala Negara memaparkan secara langsung arah kebijakan ekonomi serta fiskal negara. Pemaparan ini berfungsi sebagai landasan pembicaraan awal dalam merancang RAPBN Tahun 2027, yang bertepatan dengan momentum hari kebangkitan nasional.

Pemimpin negara tersebut menerangkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekadar lembar dokumen keuangan semata. APBN dipandang memiliki fungsi krusial sebagai instrumen perjuangan dalam memajukan bangsa.

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kami sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kami ke depan,".

Pernyataan tersebut disampaikan sewaktu berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks Parlemen.

Agenda utama dalam pertemuan tersebut ialah Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027.

“Dengan kesadaran itu, APBN kami susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang Undang Dasar kami, Undang Undang Dasar Tahun 1945,”.

Disampaikan pula oleh pemimpin negara bahwa jajaran pemerintah berkomitmen untuk senantiasa merawat optimisme ekonomi domestik. Upaya ini terus dijaga di tengah gejolak geopolitik serta geoekonomi global yang diselimuti tensi tinggi dan ketidakpastian.

Dinamika internasional yang tengah bergulir diakui membawa dampak yang cukup signifikan terhadap situasi di dalam negeri.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kami hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,”.

Komitmen kuat dari pemerintah juga ditekankan untuk terus mengawal keberlanjutan roda pembangunan nasional. Caranya yakni melalui manajemen fiskal yang sehat, berdaya guna, serta selaras dalam menyokong program prioritas nasional.

Prioritas pembangunan tersebut mencakup pemantapan ketahanan pangan, sektor pendidikan, jaminan kesehatan, hingga penguatan sendi ekonomi rakyat.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai kerangka APBN 2027 yang dipaparkan dalam rapat tersebut:

  • POSTUR APBN 2027

Pendapatan negara: 11,82-12,40 persen PDB

Belanja negara: 13,62-14,80 persen PDB

Defisit: 1,80-2,40 persen PDB

  • ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 2027

Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5%

Inflasi: 1,5-3,5%

Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3%

Nilai tukar: Rp 16.800-Rp 17.500/US$

Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 70-95/barel

Lifting minyak mentah (RBPH): 602-615

Lifting gas bumi (RBSMPH): 934-977

  • SASARAN PEMBANGUNAN 2027

Kemiskinan turun ke 6-6,5%

Pengangguran terbuka: 4,30-4,87%

Rasio Gini: 0,362-0,367

Indeks modal manusia: 0,575

Indeks kesejahteraan petani: 0,8038

Proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81%

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index