Penyaluran KPR Subsidi dari BTN Sudah Menembus Angka 6 Juta Unit

Penyaluran KPR Subsidi dari BTN Sudah Menembus Angka 6 Juta Unit
Ilustrasi (sumber foto: NET)

YOGYAKARTA - Penyediaan fasilitas Kredit Pembiayaan Rumah atau KPR bersubsidi dilaporkan telah menembus angka 6 juta unit hunian yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Fasilitas pembiayaan dalam jumlah masif tersebut dialokasikan secara khusus untuk membantu kepemilikan hunian bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 3.

“Kalau untuk (nasabah kategori) desil 3, (jumlah pembiayaan) KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon LP Napitupulu.

Kebijakan penyaluran modal pembiayaan ini sengaja dirancang demi menyokong kebutuhan papan bagi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR pada kelas ekonomi desil 3 ke atas.

Berdasarkan acuan standarisasi program perlindungan sosial, kelompok desil 3 sendiri diklasifikasikan sebagai elemen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan hampir miskin.

“Ada 10 desil (kelompok masyarakat berdasarkan ekonomi), maka bisa dibilang yang paling sulit (mendapatkan bantuan kredit perumahan) tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” ujar Nixon.

Bagi warga kurang mampu yang berada di klaster ekonomi desil 1 dan desil 2, pemenuhan kebutuhan papan yang layak difasilitasi lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS.

Skema BSPS untuk periode tahun 2026 ditargetkan dapat menyentuh sebanyak 400 ribu kepala keluarga dengan besaran suntikan modal berkisar antara Rp20 juta sampai Rp25 juta per penerima.

Otoritas terkait saat ini juga tengah menggodok wacana perpanjangan masa cicilan KPR dengan opsi tenor pembayaran maksimal mencapai 40 tahun.

Pembaruan regulasi masa cicilan panjang ini diharapkan dapat diakses secara merata oleh kelompok warga miskin ekstrem di level desil 1 maupun desil 2.

"Hari ini pemerintah mengkaji (rancangan skema pembiayaan) KPR sampai 40 tahun. Mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat (menikmati KPR tenor panjang tersebut nantinya). Ini cara penetrasi (meningkatkan pembiayaan perumahan bagi) MBR," katanya menambahkan.

Rencana pemberlakuan masa kredit perumahan hingga 40 tahun tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan strategis Presiden Prabowo Subianto.

Proses simulasi hitungan serta penyusunan landasan hukum pendukung saat ini terus dimatangkan sebelum nantinya diluncurkan secara resmi di hadapan publik.

“Tentu ini bisa meringankan angsurannya. Kalau 40 tahun, seperti sekarang rumah subsidi tapak kalau 10 tahun sekitar angsurannya Rp1,7 juta, 15 tahun angsuran Rp1,4 juta. Kalau 20 tahun mungkin Rp1,1 juta dan kalau 40 tahun bisa murah lagi sekitar Rp800-900 ribu," ujar Maruarar Sirait.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index