Laju IHSG Berpotensi Melemah Menuju Rentang Level 6.148

Laju IHSG Berpotensi Melemah Menuju Rentang Level 6.148
Ilustrasi Grafik Saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, diperkirakan memiliki risiko untuk mengalami penurunan, di samping adanya beberapa saham unggulan yang direkomendasikan.

Berdasarkan data pasar modal, pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, IHSG ditutup melorot sebesar 52,18 poin atau setara dengan 0,82 persen menuju ke level 6.318,50.

Sepanjang perdagangan kemarin, indeks saham bergerak pada rentang paling rendah di level 6.215,56 sampai dengan level tertinggi pada 6.318,50.

Dari segi likuiditas, jumlah total nilai transaksi menyentuh angka Rp22,04 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 38,10 miliar saham, serta frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 2,449 juta kali.

Terdapat sebanyak 217 saham yang bergerak di zona hijau, 510 saham berada di zona merah, sedangkan 232 saham sisanya terpantau bergerak stagnan.

Beberapa saham yang ikut mendorong penurunan indeks LQ-45 di antaranya adalah saham PT Barito Pacific Tbk. atau BRPT yang turun 10,18 persen ke level Rp1.720, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. atau CUAN yang melemah 9,23 persen ke posisi Rp590.

Selanjutnya diikuti oleh saham PT Bumi Resources Tbk. atau BUMI yang merosot sebesar 6,99 persen menuju level Rp173.

Kemudian ada pula saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. atau AMMN yang terpangkas 6,31 persen ke level Rp2.970, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. atau ADMR yang melemah 6,21 persen ke level Rp1.435.

Proyeksi pergerakan menunjukkan bahwa posisi IHSG pada hari ini masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

"Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514,"

Level support untuk IHSG diperkirakan berada pada rentang area 6.148 dan 6.092, sementara itu, level resistance berada di area 6.459 dan 6.635.

Investor disarankan untuk mempertimbangkan opsi buy on weakness terhadap saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. atau AADI, PT Hartadinata Abadi Tbk. atau HRTA, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk. atau MBMA.

Di samping itu, opsi trading buy direkomendasikan untuk saham milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. atau AMRT.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index