IHSG Hari Ini Menguat, Terpantik Sentimen Positif Bursa Global

IHSG Hari Ini Menguat, Terpantik Sentimen Positif Bursa Global
IHSG

JAKARTA – Informasi IHSG hari ini menunjukkan pergerakan positif ke posisi 7.086,34 didorong oleh penguatan bursa global serta rilis data pertumbuhan ekonomi domestik.

Laju indeks di Bursa Efek Indonesia mencerminkan kepercayaan investor yang mulai pulih seiring dengan kondisi fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu bergerak naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka menguat 29,23 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.086,34 pada perdagangan pagi ini.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,51 persen ke posisi 685,06.

Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar yang mengharapkan adanya penguatan berkelanjutan di lantai bursa.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.950- 7.160," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam kajiannya.

Dari mancanegara, tensi geopolitik global mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan eskalasi akhir-akhir ini.

Amerika Serikat mulai fokus terhadap perlindungan kapal kargo untuk melintasi wilayah strategis Selat Hormuz.

Meskipun tensi berkurang, namun kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz masih jauh dari kenyataan.

Saat ini tercatat lebih dari 1.550 kapal komersial terjebak di kawasan tersebut yang memicu perhatian pelaku pasar dunia.

Di sisi lain, penurunan tensi antara AS dengan Iran membuat harga minyak dunia kembali mengalami penurunan.

Kondisi ini memberikan sedikit ruang napas bagi inflasi global yang selama ini tertekan oleh harga energi.

Dari AS, data ISM Services Index menurun dari sebelumnya 54 menjadi 53,6 pada periode April 2026.

Sedangkan untuk ISM Services Prices Paid berada di level 70,7, menandakan masih tingginya biaya bahan baku produksi.

Kemudian, data US JOLTS Quits Level naik dari sebelumnya 3.046.000 menjadi 3.171.000 pada laporan terbaru.

Persentase kenaikan tersebut tercatat dari sebelumnya 1,9 persen menjadi 2 persen di pasar tenaga kerja Amerika.

Sementara itu, data US JOLTS Layoffs Level juga naik dari sebelumnya 1.714.000 menjadi 1.867.000 secara total.

Angka ini setara dengan kenaikan dari 1,1 persen menjadi 1,2 persen akibat perlambatan fase ekspansi perusahaan swasta.

Dari dalam negeri, perekonomian Indonesia dilaporkan tumbuh 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I 2026.

Capaian ini memperkuat fondasi pasar modal domestik di tengah ketidakpastian situasi keamanan di berbagai belahan dunia.

Selain itu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dilaporkan masih terjaga di level 2,42 persen (yoy) pada April 2026.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB hingga akhir Maret.

Sebagai upaya menjaga kurs rupiah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan tujuh strategi stabilitas nilai tukar.

Strategi tersebut meliputi penguatan intervensi pasar valas serta menarik aliran modal asing melalui instrumen SRBI.

"Apabila usaha ini masih belum membuahkan hasil, kami berharap BI memberikan amunisi baru untuk menjaga agar Rupiah setidaknya dapat stabil, tidak penuh dengan volatilitas seperti sekarang ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nico menilai langkah defensif BI berpotensi efektif menekan volatilitas mata uang Garuda dalam jangka waktu pendek.

Pada perdagangan Selasa kemarin, bursa saham di Benua Eropa bergerak secara variatif di berbagai indeks utamanya.

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 1,83 persen, sementara indeks FTSE 100 Inggris justru melemah 1,40 persen.

Bursa AS di Wall Street tampil kompak menguat, dengan indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 7.259,22.

Indeks Nasdaq juga menguat 1,31 persen dan Dow Jones mencatatkan kenaikan sebesar 0,73 persen.

Kondisi hijau juga terlihat di bursa regional Asia pagi ini, seperti indeks Nikkei yang menguat 0,38 persen.

Indeks Shanghai naik 1,03 persen, Hang Seng menguat 0,50 persen, serta Strait Times naik tipis 0,07 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index