JAKARTA – Pemerintah memastikan bahwa dukungan pembiayaan untuk gaji pegawai Kopdes Merah Putih dari APBN hanya bersifat sementara sebagai jembatan operasional selama dua tahun.
Langkah ini diambil agar setiap unit koperasi di desa dan kelurahan dapat segera fokus membangun profitabilitas demi keberlangsungan mandiri di masa depan.
Pemerintah akan menanggung gaji para pegawai ataupun manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selama dua tahun.
Setelah periode tersebut berakhir, beban pengupahan tidak lagi menjadi tanggungan negara melainkan bersumber dari hasil usaha sendiri.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, setelahnya anggaran gaji itu akan ditanggung sepenuhnya dari dana operasional kopdes.
Rencana matang telah disusun agar proses peralihan beban biaya ini tidak mengganggu aktivitas pelayanan kepada masyarakat desa.
"Planningnya pemerintah itu dalam 2 tahun pertama akan didukung dari APBN. Setelah 2 tahun, dia akan menggunakan dana operasionalnya dari KDMP," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ketentuan ini menjadi dasar bagi para manajer terpilih untuk bekerja secara optimal sejak hari pertama mulai bertugas.
Askolani mengatakan untuk anggaran proses seleksi, pendanannya berasal sepenuhnya dari kementerian dan lembaga yang terkait.
Lembaga yang terlibat dalam pendanaan ini antara lain Kementerian PANRB maupun BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
"Satu mungkin rekrutmen awal dari Agrinas untuk penerimaan, untuk tes CAT-nya itu BKN. Mungkin kementerian PANRB juga ada proses administrasi jadi masing-masing. Tapi setelah dia diterima, maka tadi pendanaan insya Allah didukung APBN, supaya bisa dia jalan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kerja sama antar instansi ini dilakukan untuk memastikan proses penyaringan sumber daya manusia berjalan dengan transparan.
Askolani menjelaskan, terlibatnya APBN dalam pengganjian para pegawai Kopdes Merah Putih yang sebanyak 81.147 unit sebatas untuk menopang operasional awal.
Bantuan ini diberikan sebagai stimulasi agar ribuan unit koperasi tersebut dapat beroperasi tanpa kendala arus kas di tahun pertama.
"Mudah-mudahan dia sudah mulai eksis, dia mulai untung. Jadi, bridging awal yang akan didukung dari APBN untuk 2 tahun pertama. Sesuai dengan upaya Agrinas Pangan Nusantara untuk bisa menghidupkan KDMP tuh betul-betul bisa jalan dalam 2 tahun pertama," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Keberadaan anggaran pusat ini berfungsi sebagai jembatan atau bridging sebelum koperasi mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.
Adapun untuk besaran kebutuhan anggarannya, ia mengatakan masih dalam tahap diskusi di internal Kementerian Keuangan.
Pihak kementerian terus melakukan perhitungan cermat agar alokasi dana tersebut tepat sasaran dan efisien sesuai kebutuhan riil di lapangan.
"Dan itu kemudian akan bisa survive dan bisa mendanai pegawai yang diterima pada tahun ini. Nanti detail dari APBNnya lagi didiskusikan di internal Kemenkeu," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hasil akhir dari diskusi tersebut akan menentukan postur anggaran final yang dialokasikan khusus untuk gaji pegawai Kopdes pada tahun berjalan.
Sebagai informasi, per Minggu (19/4/2026), pendaftar manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah mencapai 284.393 pendaftar.
Angka peminat yang luar biasa besar ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi berbasis desa ini.
Rinciannya terdiri dari 220.364 pendaftar manajer KDMP dan 64.029 manajer Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh penjuru tanah air.
Seluruh pendaftar akan melewati serangkaian tes seleksi guna mendapatkan kandidat terbaik yang mampu mengelola aset negara secara profesional.
Program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat paling bawah melalui pengelolaan koperasi yang modern.
Kemandirian keuangan yang ditekankan oleh pemerintah menjadi indikator keberhasilan bagi setiap unit yang telah mendapatkan bantuan awal.
Dengan gaji pegawai Kopdes yang terjamin di awal, fokus utama para pekerja adalah memberikan dampak nyata bagi anggota koperasi.
Masa depan program ini sangat bergantung pada integritas dan kapabilitas manajer yang terpilih dalam mengelola modal operasional yang ada.
Pemerintah akan terus melakukan pengawasan agar penggunaan dana APBN dalam dua tahun pertama tetap akuntabel.
Transisi menuju kemandirian penuh setelah dua tahun akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan ekonomi desa di Indonesia.